[ONESHOOT] You’re a ‘Liar’ !

Writter : iamlittlejiyeon

Tittle : You’re a ‘Liar’ !

Type : ONESHOOT

Genre : Romance , Sad.

Rating : PG 14

Main Cast :

  • Choi Minho
  • Park Jiyeon

OST : Yesung – Gray Paper

          Baek Ji Young – After A Long Time

Ali – Hurt

Annyeong!!! Aku kembali~~ Sialhkan di baca ff oneshootnya~~ oiya aku berharap kalian download ost buat ff ini. Kalau ga download gapapa sih kkk , untuk menunjang setiap scenenya aja makanya aku adain ost~~ ^^ comment juseyo~~

———

-Minho POV-

Seperti hari – hari lalu yang aku lewati , aku menghabiskan waktu bersama wanita – wanita yang berada di club ini.

Mendengar music yang sangat keras.

Minum alcohol.

Membuat kekacauan.

Menjadi pria yang tidak bertanggung jawab…

“Oppa , ayo kita naik ke atas…” ajak seorang yeoja.

Aku hanya mengikutinya.

Ini sudah biasa.

Aku melakukan semua ini untuk mengurangi rasa hampaku…

Tapi , Ini juga tidak berguna.

————
-Play song Yesung – Gray Paper-

“Kau harus berjanji ya ! Kau harus terus berada di sisiku ! Kita menghabiskan waktu bersama !”

“Nae , chagi.”

Kata – kata itu yang terus terulang di pikiranku…

Aku tidak pernah melanggar janjimu itu…

Tapi kau sendiri yang melanggarnya !

Aku melihat mu terbaring di tempat tidur rumah sakit ini.

Buka matamu !

Sampai kapan kau mau tidur disitu ?

———-

-AUTHOR POV-

Minho melihat tubuh Jiyeon yang lemah terbaring di tempat tidur rumah sakit.

Sejak 1 tahun lalu Jiyeon koma akibat kecelakaan naas itu.

-FLASHBACK ON-

Minho sudah janji bertemu dengan Jiyeon di taman dekat tempat mereka berkuliah.

Saat ia sedang mencari Jiyeon ternyata Jiyeon sedang menyebrang jalan. Ia melihat kiri-kanan , lampu menyala bagi pejalan kaki utnuk menyebrang.

Baru saja Jiyeon melangkah , seorang anak kecil sedang berlarian di tempat pejalan kaki sehingga ia tertabrak dan jatuh.

Tasnya terbuka menumpahkan semua isi didalamnya.

Ia membereskan semua isinya terlebih dahulu lalu menyebrang.

Ia agak berlari.

Namun  sayangnya lampu menunjukkan kalau mobil dan motor boleh berjalan.

Sebuah truk besar degan kecepatan tinggi menghantam tubuh Jiyeon.

Tubuhnya tergeletak di tanah tak berdaya.

Minho yang melihatnya terpaku lalu sedetik kemudian langsung berlari menuju ke arah Jiyeon.

Ia merengkuh tubuh Jiyeon yang sudah lemas dan berlumuran darah.

“Cheogiyeo !!! Tolong telepon ambulans !! jeball !!”

Minho menangis , tak tahu apa yang harus ia perbuat.

“Jiyeon-ah.. tteonajima !!”

-FLASHBACK END-

Minho masih berdiri di depan pintu kamar Jiyeon di rawat.

Mengingat lagi kenangan buruk yang pernah ia alami.

Ia menangis.

Namun akhirnya ia menghapus airmatanya.

Minho memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Jiyeon.

Selang – selang bertengger di tubuh orang yang paling ia cintai.

Ia duduk di sebelah tempat tidur Jiyeon.

“Mianhae… Aku orang bodoh yang hanya bisa berdiri melihatmu mengalami kecelakaan naas itu… Tak perduli berapa kali aku meminta maaf , aku merasa diriku sangat berdosa padamu… Aku meminta maaf kepadamu sekali lagi karena aku merasa rasanya aku ingin mati ! Melihat keadaanmu seperti ini. Entah kapan kau membuka matamu…Saat ini , yang perlu kau tau… rasa cintaku padamu masih sama… Buka matamu.. aku menunggumu…” Minho menangis lagi.

‘Mengapa bukan aku yang menggantikan posisimu sekarang ?!’ hanya itu yagn berada di pikiran Minho.

Minho bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari kamar Jiyeon.

Ia keluar dari rmah sakit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Minho hampir menabrak orang , namun ia tak peduli , Entah kemana ia ingin pergi.

——

-Minho POV-

Kini aku berada di kamar apartemenmu , Jiyeon-ah.

“Kalau nanti aku meninggal , apakah kau tetap akan menjaga hatimu untukku ?”

“Aishh ! Kau bicara apa sih , Jiyeonnie ? Tentu aku akan member hatiku untukmu seorang !”

“AKu pegang kata – katamu…”

Kata – kata itu terngiang lagi…

Aku mengenang apa yang kita lakukan bersama.

Kau memasak makanan untukku.

Kita makan bersama.

Bahkan langkah kakimu saja persis dengan langkah kakiku…

Aku memperhatikan apa saja yagn ada padamu.

Kau sempurna bagiku , bagaimana bisa aku meninggalkanmu ?

——-

‘Kring-Kring’

Pagi – pagi ponselku berbunyi , ini nomor telepon rumah sakit !

Mataku langsung terbuka lebar.

“yoboseyo ?!” ucapku

“Minho-ssi ?”

“Nae !”

“Jiyeon Agassi sudah bangun. Ia mencarimu.”

‘DEG’

-Play song Baek Ji Young – After A Long Time-

Kau bangun Jiyeon-ah ?

Kau mendengarku kan kemarin ?!

Aku bergegas mandi dan mengenakan baju terbaikku untuk melihatmu.

Aku mengendarai mobilku sangat cepat !

Kau lihat kan , Jiyeon-ah ? Seberapa besar rasa cintaku padamu ?

——-

Saat aku baru sampai di rumah sakit tempat Jiyeon di rawat , dokter yang menangani Jiyeon memanggilku.

“Minho-ssi , bisa ke ruanganku sebentar ?”

Aku mengangguk lalu mengikutinya.

—–

 

Setelah mendengar penjelasan dokter , aku benar – benar terpukul…

“Jiyeon tidak bisa melihat karena benturan keras yang mengakibatkan salah satu saraf penglihatannya rusak. Ini permanen dan juga apakah Jiyeon sebelumnya mengidap tumor otak ? Tumor otaknya kambuh.”

-Jiyeon POV-

Pintu kamar rawatku terbuka.

Sayangnya , kini aku tidak bisa melihat itu siapa.

“Nu…nuguseyo ?”

Orang itu tidak menjawab , ia berjalan ke arahku , aku bisa mendengar langkah kakinya.

Ia memelukku.

“Bo..bogoshipda…Jiyeon-ah…”

Suara ini…

Suara Minho…

Akhirnya aku angkat bicara.

“Kau menepati janjimu… Gumawo…”

Aku ikut menangis.

Minho mengecup bibirku sekilas.

“Aku rasanya ingin mati hidup tanpamu ! apa kau tahu ?!” ungkapnya

Aku tersenyum lalu meraba – raba mencari wajahnya.

Akhirnya aku memegang wajahnya denagn kedua tanganku.

“Aigoo… uri Minho , lekuk wajahmu agak berubah , kau berkelahi ? agak lebam disini”

Aku memegang lebam diwajahnya.

Ia menangis lagi.

Air matanya jatuh mengenai tanganku.

“uljimma…” Aku menghapus air matanya.

“Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tidak menangis tapi kau sendiri sekarang menangis ?!” tanya Minho agak berteriak.

Aku hanya bisa diam.

Kembali meraba dimana letak tangannya.

Setelah menemukan dimana tanganya aku menggegam tangannya erat.

“Jibe ga-ja.. (ayo pulang ke rumah)” ajakku.

“Nae… jibe ga-ja…” ia setuju.

——–

Aku sudah mengganti pakaianku.

Aku tidak tahu baju apa yang aku pakai sekarang.

Tapi aku tak peduli !

“Jiyeon-ah , kkaja !” ajak Minho.

“Eoh !”

———

Di perjalanan pulang ke apartemenku , tiba – tiba kepalaku pusing.

Minho melihatku.

“Ya ! Neo , gwenchana ?!” Ia terdengar sangat khawatir.

“eoh , gwenchana ! Aku hanya sakit kepala biasa.” Aku mengelak.

Aku tau persis rasa sakit ini…

Aku harap penyakit itu tidak kambuh lagi.

———-

-Author POV-

Sudah 2 hari semenjak keluarnya Jiyeon dari rumah sakit.

Minho menginap di apartemen Jiyeon.

Mereka tidak melakukan hal – hal aneh.

Hari ini mereka merencanakan untuk pergi ke Taman Hiburan.

“Sayangnya , kini aku tidak bisa melihat… Apa yang bisa aku nikmati disana ? kkkk” ujar Jiyeon

Minho hanya melihat Jiyeon dengan wajah sedih.

——

“Jiyeon-ah , kau mau naik apa ?” tanya Minho

“Na ? Anni . Aku tidak tahu mau naik apa… Kalau kau ?”

“Aku ingin naik roller coaster !”

“ide bagus , aku ingin merasakan naik roller coaster saat aku tidak bisa melihat seperti ini !”

Minho hanya diam lalu menatap ke arah Jiyeon lagi.

Jiyeon hanya melihat ke arah lain , tentu karena ia buta.

“Mianhae…”

“Mwo ? Untuk apa ?” Jiyeon bingung

“Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu kalau kau buta.”

“Anni !! Aku serius ! Kalau begitu ayo kita naik roller coaster !”

Jiyeon menarik tangan Minho entah kemana.

Jiyeon berusaha menuju roller coaster tapi ia malah menarik Minho ke jalan yang salah.

Minho hanya bisa menangis melihat yeoja yang ia cintai kini menjadi seperti ini. Sebetulnya ia merasa kalau dirinya itu namja paling lemah sedunia , namun air mata tidak bisa terbendung jika namja lain juga ada di posisinya.

Kembali rasa berdosa menghantuinya.

Air mata jatuh makin deras.

Ia menghentikan langkah Jiyeon yagn tengah menariknya dengan memeluk Jiyeon.

“Mianhae..” ucap Minho

Teryata Jiyeon juga menangis sedari tadi.

“meomcheongi… (bodoh…)” ujar Jiyeon dengan suara bergetar.

Mereka berdua menangis.

“Ppali !! Aku ingin naik roller coaster !” ungkap Jiyeon

Minho masih tidak menjawab.

“Aargh..”

Jiyeon mengerang , memegang kepalanya.

Minho kaget dan langsung membalikkan badan Jiyeon jadi mengahadap ke arahnya.

“Jiyeon-ah ! Gwenchana ?!” Minho panik.

“Argghh..” Jiyeon masih mengerang

Minho memutuskan untuk membawa Jiyeon ke rumah sakit.

———-

“Minho-ssi , persentase utnuk kesembuhan tumor otak ini hanya 0,01%”

Itulah yang terus terngiang di pikiran Minho setelah mendengar penjelasan dokter yang memeriksa Jiyeon.

Kini Minho sedang duduk di samping tempat tidur rumah sakit yang kini Jiyeon tiduri.

Jiyeon sudah bangun , ia memegang tangan Minho erat – erat.

Ia tersenyum walau wajahnya pucat.

“Minho-ah..” panggil Jiyeon.

“nae, chaggi ?” jawab Minho lemas.

“Aku ingin ke taman rumah sakit ini..” pinta Jiyeon.

“Eoh ,kajja. “Minho setuju.

“Jamkkaman ! Aku pinjam ponselmu ! Bukakan voice note ! Tolong atur supaya ini bisa merekam suaraku , kau taukan aku tidak bisa melihat~” ujar Jiyeon.

“Untuk apa ?”

“Anni , aku hanya ingin membuat kenangan kita hari ini…” jelas Jiyeon sambil tersenyum

“Eum… Igeo..”  Minho memberikan ponselnya.

“Kalau begitu , kau keluar sebentar dari kamarku..”

“Nae ?”

“ppali !”

“arasseo…”

Akhirnya Minho kelur dari kamar Jiyeon

———-

Jiyeon sudah selesai merekam catatan suaranya hari ini.

Kini mereka berdua berada di taman, tepatnya mereka duduk di kursi panjang yan terletak di taman itu.

Jiyeon tersenyum tanpa henti , ia dan Minho berbicara tentang hal – hal lucu.

Jiyeon tidur di pangkuan Minho.

Mereka benar – benar serasi bersama.

“Minho-ah… Kali ini , aku mengijinkanmu untuk mencari tambatan hati lain selain aku..” ucap Jiyeon tiba – tiba.

“Nae ? andwaeee ! Aku tidak mau !” tolak Minho.

“Demi aku !” tegas Jiyeon.

“Wae ?? Yeojachinguku hanya kau !”

“Aku hanya… ingin kau bahagia nantinya…”

“Aku sudah bahagia bersamamu ! bukan bersama yeoja lain !”

“Aissh , namja ini ! kau pasti akan mengerti nanti.” Gumam Jiyeon namun masih bisa didengar Minho.

“Kau bicara apa tadi ?”

“Anni !” elak Jiyeon.

Minho hanya menghela nafas.

“Jiyeon-ah.. mainhae.. saat kau koma aku merasa hampa sehingga aku sering minum – minum , bermain yeoja , berkelahi… mianhae..”

Jiyeon terdiam sejenak lalu menjawab.

“gwenchana.. Aku tak akan marah… Ini salahku.. Karena aku kau jadi begitu…” ucap Jiyeon.

-Play song Ali – Hurt –

“Minho-ya… Aku ingin kau selalu bahagia tanpa aku. Aku rasa waktu kita bersama sudah semakin sempit… Mianhae tidak bisa menemanimu terlalu lama…” ungkap Jiyeon.

“Ya ! Jangan bicara seperti itu !”

“….” Jiyeon tidak membalas

“Aku tak ingin kita berpisah ! geundae , sepertinya takdir ‘berkata’ lain… Aku tau apsti akan menjadi begini.. Kau yagn membuat janji utnuk tidak pergi ! Tapi kau melanggarnya ! Kau pembohong !” ujar Minho.

“Jiyeon-ah , jawab aku.”

Minho memegang tangan Jiyeon.

‘dingin’ gumamnya.

Air mata kembali membasahi pipinya…

“Jiyeon-ah… kau sudah pergi…? Mengapa tidak mengatakan kepadaku dulu…? WAE ?!!” Minho menangis lebih kencang.

Ia kini membangunkan posisi Jiyeon , memeluk tubuh Jiyeon yang sudah tak bernyawa.

Menangis…

Hanya menangis…

———–

-1 day Later-

Kini tubuh Jiyeon telah disemayamkan.

Minho memutuskan untuk pergi ke apartemen Jiyeon.

Mengenang hari – hari yang ia habiskan bersama Jiyeon.

Ia sedang duduk di sofa dan teringat akan sesuatu.

“handeupon (handphone) !”

Minho teringat Jiyeon pernah merekam sesuatu di voice note handhonenya.

Ia segera mencari handphonenya dan mebuka voice note.

Ia menemukan voice note tanpa nama tanggalnya pas dengan tanggal kematian yeojachingunya.

-Play song Yesung – Gray Paper-

Ia membuka voice note itu , menangis.

Minho menangis lagi.

Minho-ah… Voice note ini, adalah kenangan terakhir kita… mianhae , aku melanggar janji kita , aku berkata kalau kau tidak boleh meninggalkan ku , malah aku meninggalkan kau. Kau pasti mengatakan aku ini pembohong ! gwenchana , itu memang benar. Saat aku tidak bisa melihat , aku hanya membayangkan wajahmu…  Aku mengatakan ini karena aku merasa bersalah padamu… Waktu yang paling berharaga adalah masa – masa saat aku bersamamu , saat aku tidak bisa melihat , kau membantuku melihat… Saranghae , Minho-ah.. Cari yeoja yang lebih baik daripada aku , aku ini yeoja terburuk dari yagn terburuk ! Lihat , aku tidak bisa bersanding denganmu sekarang , aku juga melanggar janji ! Uljimma (jangan menangis) ! Kau sudah terlalu banyak menagnis karenaku , aku tidak akan membiarkan satu tetes air matamu mengalir lagi ! Jadilah yang terbaik untuk dirimu sendiri… Bangkit dari keterpurukan ! Aigoo , mulutku berbusa ! Aku akhiri dulu voice note ini… Minho-ya… hwaiting.. nae ! ‘dimana cara mematikannya , dima…’” terdengar suara Jiyeon yang kebingungan mematikan voice note dimana namun akhirnya berhasil.

Jieon juga menangis di voice note itu, Minho tau. Suaranya bergetar.

“ck… nappeun yeoja.. “ ujar Minho. Ia masih menangis.

“Nado… saranghae, Jiyeon-ah…” ucap Minho.

“mana bisa aku menemukan , yeoja sepertinya lagi…? Anni , Minho-ah ! Ayo bangkit ! Seperti kata Jiyeon ! ‘bangkit dari keterpurukan !’”

Minho menghapus air matanya.

Bangkit dari tempat duduknya , ia keluar dari kamar apaertemen Jiyeon.

Ia berjalan dengan tegap , keputusannya sudah bulat , sama seperti Jiyeon katakan,

Menjadi yang terbaik dan bangkit dari keterpurukan.

-END-

Mianhae kalo jelek T^T  kkk Comment juseyo~~ ♥♥

Advertisements

34 Comments

  1. Banjirrrrrrrr….. Air mata nya tumpah dahh….
    Sedihhh bgt feel nya dpt.. Alur nya juga pas..

    Ceritanya menyentuh bgt lagi… Nyesek bgt baca nya….

    Hwaaaaaaa ‎​(-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
    T.O.P BGT.

  2. nyesek banget nat 😥 aku ikutan nangis T.T
    kamu tegaaa kenapa bikin jiyeonnya mati sayanggg!! ahh aku terbawa suasana sedihnya :”)
    gadengerin ostnya aja udh nangis gini, gimana kalo iya ya/? :”

  3. Huuuwwwaaaaa. . .wae WAE …kenapa gak happy ending authornim hiks. .hiks…
    Eoh mian sebelumnya ^^ na SONG HANEUL imnida…bangawoyo…aku readers baru disini.buat ff jiyeon pairing sehun EXO donk. . .áku lagi suka banget jiyeon eonni dipàsangin sama sehun oppa nih…..#RequesMAKSA:P
    AKU MASIH NANGIS NANGIS LOH HIKS HIKS HIKS….
    BUAT AUTHORNIM GOMAWO^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s