[TWOSHOOT] Believe -END-

Writter : iamlittlejiyeon

Tittle : Believe

Type : ONESHOOT

Genre : Romance , Sad, Angst , Little Funny.

Rating : PG 14

Main Cast : · Park Ji Yeon
· Choi Minho

———
Saat sedang memasukkan buku – buku tiba sebuah tangan kekar ‘mengunci’ tubuhku.

Aku membalikkan badanku perlahan.

‘DEG’

Namja ini sudah gila ya !? Ini sekolah !! Kalau melakukan hal – hal mesum jangan di sekolah.

ANNI ! ANNI !! Maksudku… er.. maksudku melakukannya juga dengan orang lain , jangan dengan aku !!

Perlahan ia mendekatkan wajahnya kepadaku.

Ia menutup matanya , jarak kami makin dekat.

Tuhan tolong jauhkan aku dari segala sesuatu yang dapat merusak masa depanku ㅠ_ㅠ .

Dan…

Aku memberanikan diri menendang kakinya.

“ARGRGHHH !” Ia meringis kesakitan.

Aku ‘mehrong’ sejenak di depannya lalu pergi dari sana.

———-

Kini aku sudah pulang sekolah.

Aku tetap was – was dan melihat ke belakang.

Sepertinya ia belum keluar dari kelas.

Syukurlah…

**

“Eomma , nan wasseoyeo !”

‘TSEKK’

Aku menggeser pintu rumahku.

Eomma tidak ada.

“Eomma…?” Aku memanggil eomma dengan hati – hati.

Aku membuka pintu kamar.

Namun eomma tidak ada.

Aku berjalan mendekat ke arah lemari.

‘Krek’

Aku menginjak sesuatu.

Sebuah surat.

Aku segera mengambil dan membuka surat itu.

‘Jangan cari eomma !! Aku sudah muak dengan semua keadaan ini’

Bahkan tidak mengucapkan kata – kata perpisahan…

‘Bruk’

Aku terduduk dan air mata ikut jatuh…

“Eomma…’

——–

-Minho POV-

Aish !! Lihat saja nanti Park Ji Yeon , kakiku sakit karenamu !

Pagi ini aku memutuskan untuk segera pergi ke sekolah.

Aku bergegas berjalan menuju kelas.

“Park Jiyeon !!” Saat aku sampai di depan kelas , Jiyeon tidak ada seperti biasanya.

Beberapa murid menatapku dengan tatapan mengerikan.

Aku akhirnya masuk kelas dengan lesu dan menunggu Jiyeon.

‘KRING !!’

Jam masuk sekolah sudah berbunyi , Jiyeon tidak masuk ? Atau mungkin telat ?

——

Kini sudah jam pulang sekolah.

Ia tidak masuk.

Aku jadi khawatir , aku memutuskan untuk kerumahnya.

“Yoboseyo !!”

Aku memanggil Jiyeon di depan rumahnya.

Tidak ada yang keluar.

“Yeoboseyeo !!”

Aku memanggil untuk kedua kalinya , namun tidak ada yang keluar.

“Ada apa nak ? Kamu sedang mencari Park Jiyeon atau ibunya ?”

Seorang tetangga Jiyeon datang menhampiriku.

“Nae ahjumma. Mereka kemana ya ?”

“Ah.. Kau belum tahu ? Kemarin ibunya pergi dari rumah meninggalkannya lalu setahuku disini ia hanya mengontrak dan kemarin batas pembayaran sedangkan eommanya tidak meninggalkan sepeser uangpun padanya. Terpaksa ia harus meninggalkan rumah ini.”

‘DEG’

“Nae…Nae ?!”

Aku berkutat dengan pikiranku sejenak..

“Gumawo ahjumma !! ”

Aku langsung berlari dari sana.

Jiyeon-ah , eoddiga ?!

——-

-2 YEARS LATER-

Aku sampai sekarang belum bertemu Jiyeon dimana.

Saat ini aku sudah ulus SMA.

Memang hari – hari yang ku jalani saat SMA setelah kepergian Jiyeon , aku sudah tidak pernah di bully.

Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju universitas yang nanti akan menjadi tempat belajarku.

‘BUK’

Aku bertabrakan dengan seorang yeoja.

“Jeoseonghamnida !”

Tunggu…

Suara ini…

Suara Jiyeon…?

Ia mengangkat kepalanya perlahan.

Tebakanku 100% akurat.

“Mi…minho..?”

Aku langsung memeluknya.

Aku menangis sejadi – jadinya.

“Mengapa tak pernah cerita padaku ?!”

——–

Kami memutuskan untuk berbicara di sebuah cafe di dekat universitas.

Penampilan Jiyeon berubah.

Ia terlihat lebih elit.

Kalau aku bilang ia kini lebih cantik , eumm… dari dulu sampai sekarang dia memang cantik , sangat cantik.

“Kau juga masuk universitas ini ?” Tanyanya dengan senyum tulus.

“Nae” jawabku dan membalas senyumannya.

Ia menyeruput kopi yang ia pesan tadi.

“Jiyeon-ah…”

“Eum ?” Tanggapnya lembut.

“Aku boleh bertanya ten…”

“Aku tau apa yang ingin kau tanyakan, kk. Jadi…”

-FLASHBACK ON (Jiyeon POV)-

Saat itu aku baru keluar dari rumah membawa baju -bajuku karena aku diusir dari rumah kontrakku.

Aku berjalan tak tentu arah.

Tiba – tiba ada seseorang menabrakku.

“Jom-dwa juseyo (tolong saya) ! Jom-dwa juseyo !!”

Seorang ahjumma sedang mengejar orang yang tadi menabrakku.

“Ahjumma , wae ?”

“Orang itu mengambil dompetku !”

Aku berniat untuk membantunya, akhirnya aku mengejar orang itu.

Berhasil !

Aku berhasil menangkapnya.

Aku terus memukulnya dengan tasku.

Akhirnya ia menyerahkan dompet ahjumma itu lalu pergi.

“Hufft… syukurlah.”

Ahjumma itu akhirnya berlari kecil ke arahku.

Tasku ‘menumpahkan’ isinya namun aku memberikan dompet itu kepada ahjumma tadi terlebih dahulu.

“Gumawo ! Siapa namamu ?”

“Park Ji Yeon ahjumma ! Bangapseuimnida !” Aku membungkuk kepadanya.

Setelah itu aku segera merapikan bajuku.

“Ahjumma , kalau begitu aku permisi dulu. Jaga dirimu baik – baik !” Ucapku lalu berencana untuk beranjak pergi.

Namun ahjumma ini menahan tanganku.

“Mampir dulu di rumah.” Ajak ahjumma ini dengan senyum ramah.

Aku tidak dapat menolak ajakkan ahjumma ini.

Setelah sampai di rumahnya yang harus ku akui sangat besar. Aku berbincang – bincang dengan ahjumma ini dan sampailah pada topik mengapa aku membawa baju – bajuku.

Aku menceritakan semuanya dan Tuhan sangat menyayangiku.

Ahjumma itu tidak mempunyai anak dan ia bersedia menjadi eomma angkatku.

-FLAHBACK OFF (back to Minho POV)-

“Maka itu sekarang aku berbeda…” ucapnya.

Kami asik bercerita.

“OH IYA !!”

“Wae ?!” Jiyeon ikut kaget.

“Aku tadinya ingin mendaftar di universitas itu ! Kau mau menemaniku tidak ?” Tanyaku

“Baiklah ! Kajja !”

———

-JIYEON POV-

“Aigoo.. gumawo sudah mau menemaniku.” Ungkapnya.

“Gwenchana.”

Kami berjalan bersama sambil berbcara seperti tadi.

‘TES’

Satu tetes air yang berasal dari langit jatuh tepat di atas kepalaku.

Lama – lama tetesan air itu makin deras.

Hujan.

Aku jadi mengingat hari itu… Saat aku baru bertemu dengan Minho.

Apa ia masih menyimpan payungku itu ?

Kini Minho menggenggam tanganku dan menarikku untuk berlari.

“Minho-ah ! Apa kau masih menyimpan payungku !?” Tanyaku pada Minho di tengah – tengah hujan ini.

“Tentu !”

Aku mengikuti kemana langkahnya dan kami sampai di sebuah rumah yang lumayan besar namun sepi.

“HOSH…HOSH…”

Kami kelelahan dan basah kuyup.

“hahahaha !” Kami tertawa.

—-

“Ini rumahmu ?” Tanyaku saat kami baru masuk ke dalam rumah ini.

“Nae , sudah tidak tinggal disini. Aku disuruh hidup mandiri , dan beginilah aku.”

Aku hanya mengangguk.

“Sebentar ya , aku ambilkan handuk.”

“Nae.”

Setelah ia masuk ke kamar aku melihat lukisan – lukisan elit yang terpampang di dinding ruang tamu rumahnya.

‘KLEK’

“Igeo.” Ia menuju ke arahku dan memberikan handuk.

“Gumawoyo” ucapku sambil tersenyum.

Tanpa kusangka saat aku ingin mengeringkan rambutku dengan handuk ia malah juga ikut ‘membantu’ku dengan tersenyum jahil.

Tiba – tiba ia mengacak rambutku yang tadinya sudah berantakan dan makin berantakan.

“YA !” Aku ikut mengacak rambutnya.

Kami bercanda , aku rindu moment seperti ini.

“YA !” Minho membalasku.

Sampai akhirnya Minho kini ‘mengunci’ tubuhku.

Senyumku berangsur – angsur pudar.

Detakan jantungku bertambah drastis.

Aku berharap ia tidak mendengar detak jantungku ini.

Jika aku boleh jujur aku sebetulnya menyukainya.

Ia mendekatkan wajahnya dengan wajahku.

Aku mengingat saat kami di perpustakaan saat itu.

Tanpa kusadari bibir kami brdua sudah bertautan.

Aku menutup mataku.

Jujur aku sangat senang bisa drtemu dengan Minho lagi.

Aku mengalungkan tanganku di leher Minho.

*SKIP :p aku tidak bisa membuat scene seperti itu :’) Mian readers :p*

—–

Kami berdua kini sedang duduk di sofa tepatnya berada di ruang tamu rumah Minho.

Ia merangkulku.

Hangat.

“Kau masih ingatkan pertanyaanku terakhir kali ?” Tanya Minho.

“Tentu saja…” jawabku.

Aku mengingat pertanyaannya dulu.
Saat itu aku masih ragu saat ia mengungkapkan rasa cintanya.

“Jadi , jawabannya ?”

“Jawaban yang kau inginkan apa ?”

“Tentu saja ‘ya’ ”

“Kalau aku menjawab tidak ?”

“Aku akan tetap memaksamu !” Ungkapnya.

Aku hanya tertawa.

“Ya” ucapku.

” ‘ya’ ? Apa ?” Ia bingung.

“Ya , Park Jiyeon ingin menjadi yeojachingu-nya Choi Minho !”

‘DEG’

Mengapa aku menjadi seberani ini ?!

Minho menatapku tidak percaya.

“W..wae ?” Aku jadi ikut bingung.

“Aku tidak bermimpikan ?”

“Menurutmu ?” Tanyaku jutek.

“Tentu saja tidak !”

Tiba – tiba ia memelukku dengan erat.

“Gumawo , chagiya..” ucapnya dan menheratkan pelukannya.

Aku membalas pelukannya.

“Geundae ! Ada satu syarat !” Katanya seraya melepas pelukannya.

“Mwo ?! Bagaimana bisa berpcaran dengan syarat ?!”

“Syaratnya tidak berat kok ! Syaratnya ; kau harus menciumku satu kali sehari !”

“MWO ?!! NEO MICHEOSSEO ?!! GEUCHI ?!” Aku kaget mendengarnya.

Tiba – tiba ia mendekatkan wajahnya untuk kedua kalinya.

“YA !! TADI KAN SUDAH !!!” Aku mendorong tubuhnya.

“Tadi kita belum menjadi sepasang kekasih.” Ucapnya cuek.

“Ya ! Nappeun !” Aku memukul tangannya.

—–

-next day-

-AUTHOR POV-

Sore hari ini Jiyeon dan Minho ingin menghabiskan waktu bersama di Namsan Tower.

“Jiyeon-ah !”

Minho melambaikkan tangannya.

“Eoh ?! Minho !” Jiyeon berlari kecil ke arah Minho.

“Kau sudah menunggu lama ?” Tanya Jiyeon sesampainya ia di deoan Minho.

“Anni , baru 5 menit yang lalu. Kajja !”

**

Akhirnya mereka naik hingga ke atas bangunan indah ini.

“saranghae..” ucap Minho dan merangkul Jiyeon.

“Nado…”

Minho mencium Jiyeon hari ini.

Mereka masih berada di dunia mereka sendiri.

Minho melepaskan ciumannya.

“Hari ini 1 kali.” Ungkap Minho sambil tersenyum.

Jiyeon tersenyum penuh arti.

“Minho-ah… aku ingin tahu apa yang mmbuatmu menyukaiku ?” Tanya Jiyeon.

“Aku tidak menyukaiku ! Aku mencintaimu !” Tegas Minho.

“Aku terkadang merasa kalau kau menjadikkanku yeoja-chingumu karena kau hanya menginginkanku semata – mata bukan karena kau mencintaiku…”

“Wae ?”

“Buktinya kau mnpengadakan syarat kalau 1 hari 1 kali kisseu.”

‘CHU’

Minho mencium Jiyeon.

“Apa yang kau rasakan ? Apa aku tidak tulus ? Aku sangat mencintaimu Jiyeon-ah ! Apa kau sudah mengerti ?

“Belum…”

Minho kembali mencium Jiyeon.

“Sudah mengerti ?”

“Belum !” Teriak Jiyeon.

“Aissh ! Yeoja ini ! Kau juga meginginkannya ! Kkkkk”

-JIYEON’S MIND-

Terkadang aku merasa sukar untuk percaya kalau kini aku adakah yeojachingu Minho.
Apakah ini mimpi ?? Anni ! Ini nyata !

Saranghae Minho-ah !!

-END-

YUHUUUUUUUU !! Maaf telat post ._. Mian 😦 *bow 90′ *
Kkkk , gimana padasuka gak ceritanya ??
Semoga kalian suka !! Gumawo udah baca !
DONT FORGET TO COMMENT !!

Advertisements

30 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s