[ONESHOOT] NO LOVE

Title : NO LOVE

Writer : Iamlittlejiyeon
Editor : nevergrowup13

Type : ONESHOOT

Genre : Romance , Sad, Angst , Little Funny.

Rating : PG 14

Main Cast :

    • Park Jiyeon T-ARA
    • Kim Jongin / Kai EXO

Support Cast :

  • Sulli F(X)
  • Kim Myungsoo INFINITE

—-

Annyeong~~ aku balik lagi dengan otpku yg nomor 2 XD ♥♥ JiKai !^^ ❤ semoga kloan senmua suka :**
Maaf juga buat yang gak suka pairing ._. Kkkk
Semoga semuanya pada suka ! ^^ gumawo~~ ♥

——

-AUTHOR POV-

*A YEAR AGO*

Seorang yeoja melihat namja yang ia cintai sedang bermesraan dengan yeoja lain.

Sakit hati ?

Tentu.

Ia segera berjalan santai menuju tempat namjachingunya itu.

“Annyeonghaseyo..”

Sapanya ramah.

Namjachingunya kelihatan kaget.

“Ji…Jiyeon ?”

“M…Myungsoo ? Kkk , chung-gyeogeul hajima~ (jangan kaget begitu~)” ucap Jiyeon santai.

“Chagiya ! geu yeoja nuguya ?” tanya yeoja yang sedang bermesraan dengan Myungsoo.

“Eoh ! Anni , aku hanyalah teman sekelas namjamu ! Tenang saja ! Ia tidak selingkuh kok !” jawab Jiyeon.

‘GREP’

Myungsoo dengan gesit berdiri dan menarik tangan Jiyeon menjauh dari situ.

Setelah lumayan jauh dari sana Myungsoo melepas tangan Jiyeon.

“Kau harus mendengar penjelasanku !” Myungsoo terlihat panik.

“Euhmm… Ini bukan pertama kalinya melihatmu dengan yeoja itu. Gwenchana , lanjutkan acaramu dengan yeoja itu ! Aku tidak akan mengganggu kok !! Annyeong !”

Jiyeon akhirnya pergi dari tempat itu.

Sebetulnya ia ingin marah , namun yah jika ia marah apa semuanya akan kembali seperti semula ?

Lagipula ia tidak mau terlihat seperti yeoja yang lemah !

——–

-Jiyeon POV-

Kejadian 1 tahun lalu cukup untuk mengubah kepribadianku.

‘Dingin , aneh , menyebalkan’

Itu yang selalu orang-orang katakan tentangku.

Namun apa peduliku ?

Semua hujatan mereka tidak akan bisa merubah diriku.

Aku sebetulnya hanya benci pada pria , namun entah kenapa yeoja di tempat kuliahku malah menganggapku aneh dan malah mengucilkanku.

Untungnya aku mempunyai chingu , Sulli.

Ia selalu menemaniku , menghiburku dan membantuku.

“Jiyeon-ah !! Jibe gaja !!”

Aku tersadar dari lamunanku.

Sekarang sudah jam pulang.

Setelah Kim-saem keluar kelas aku melamun terus.

Ngomong – ngomong tentang prestastiku , aku ini murid yang dibanggakan guru.

Itu semua karena aku berubah.

Sebetulnya dampak positif dari diriku yang ‘baru’ ini, aku lebih mementingkan pelajaran , aku lebih bebas tanpa seseorangpun memerdulikanku , eomma-appaku pun selalu membanggakanku di depan rekan – rekan bisinisnya.

Aku segera membereskan buku – bukuku.

“Sulli-ah ! Kau hari ini pulang ikut denganku atau pulang sendiri ?” Tanyaku pada Sulli , kebetulan aku mengendarai mobil sendiri.

“Aku pulang sendiri saja ! Hari ini soalnya eommaku akan mengajakku belanja sebentar , jadi aku tidak langsung pulang ke rumah.”

“Baiklah ! Annyeong Sulli-ah !” Aku pamit kepada Sulli.

—-

Aku sedang dalam perjalanan pulang.

Biasanya di rumah sepi tidak ada orang jadi aku menelpon rumah dulu supaya nanti kalau seandainya tidak ada orang di rumah aku pergi ke perpustakaan saja.

Saat aku ingin menelpon rumah , handphoneku jatuh , aku mengambil handphoneku tapi pandangan masih melihat ke depan namun ada namja gila yang sedang berlari.

‘BRUKK’

Gawat.

Jangan bilang aku menabraknya.

Aku memegang kepalaku.

“EOH ?!?! EOTTEOHKAE ?!”

Aku panik.

Tapi tau sendiri aku orangnya ‘anti-namja’.

Bisa saja sih aku meninggalkannya mati mengenaskan disini.

Tapi nanti dosaku bertambah dan aku bisa masuk penjara !

Ahhh !!

Aku tidak mau !

“SHIREOYO !!!” aku berteriak sendiri di dalam mobil.

Perlahan – lahan aku keluar dari mobil.

Orang – orang melihat ke arahku.

Namja ini pingsan !

‘Apakah ini akhir hidupku ?!’

Aku mendekati namja itu lalu perlahan mengangkat tangannya dengan jijik.

Tanpa kusadari orang – orang menatapku aneh.

“Hehe..” aku tertawa paksa.

Namja ini tidak mengalami pendarahan !!

Lalu aku segera pelan – menangakatnya ke dalam mobilku dengan bantuan beberapa orang disitu.

——

Namja ini berbaring di tempat duduk belakang mobilku.

“Sooyoung…”

‘CCCITTT!!’

Hari ini sudah dua kali aku rem mendadak.

‘GRUDUK’

Ia memanggil nama seseorang.

Namja ini jatuh.

“Yaa !!”

Tiba – tiba namja ini bangun.

Ia terduduk dan melihatku dengan mata sayup – sayup.

Matanya perlahan melebar.

Ia menutup mulutnya.

“YAAA !!! SUDAH BAGUS KAU KU TOLONG !!”

Ia agak mundur karena teriakkanku yang ‘merdu’ ini :”) .

“Mianhamnida !!”

“Issh..”

—–

Pertamanya aku ingin pulang kerumah , jadi ke rumah sakit. Belum juga sampai di rumah sakit aku pergi ke kafe , aigoo…

Namja ini baik – baik saja.

Dia sekarang malah mengajakku ke kafe , namja aneh , enak saja baru kenal langsung mengajakku ke kafe.

“Ke kafe yang mana ?!” tanyaku ketus.

“Volume dan nada suaramu tidak bisa di pelankan sedikit ?” tanyanya sambil mengorek telinganya yang mungkin sakit karena sedari tadi aku berteriak terus.

“TI-DAK ! TIDAK !” Aku berbicara di depan wajahnya lalu aku kemabli menatap jalanan.

“Yaissh… Dari jalan ini belok kanan , di sisi kiri jalan ada kafe. Kita berhenti disitu!”

“Cerewet !”

Ia mengacak rambutnya frustasi.

Yah… siapa suruh berani – beraninya namja berbicara denganku , aku itu paling pantang yang seperti ini !

——–

Aku dan dia memperkenalkan diri masing – masing tadi.

Namanya Kai.

Ternyata kafe ini punyanya.

Aku sekarang berada di ruang kerjanya.

Lumayanlah…

Postur badannya… 90 lah !! Yah~~ 90 !

Tingginya… ehmm sama ! 90 !

Wajahnya… berapa ya ?? Ia ini termasuk namja yang lumayan tampan lho.

Berapa ya kira – kira ?

“70-lah ! Ah ! Anni~~ 85 ?! 90 ?! Masa 90 lagi ?! Isssh !!”

sepersekian detik kemudian aku menutup mulutku.

Tanpa ku sadari aku berbicara sendiri.

Sedangkan dia…?

Ia melihatku dan bergidik ngeri.

“Kau sedang ‘sakit’ ?”

Aku ber-aba -aba untuk meninjunya.

“Kau ini yeoja atau namja sih ?!”

“Menurutmu ?”

“Aku saja tidak tahu makanya aku bertanya kepadamu !”

“Tentu saja yeoja !!”

“Sifatmu sama sekali tidak mencerminkan seorang yeoja.”

Aku tidak memperdulikannya dan menyeruput kopi yang diantar oleh salah satu pelayan di kafenya.

“Oh iya ! Tadi kau kenapa lari – lari seperti orang gila ? Untung saja kau tidak kenapa – napa , bisa hancur hidupku kalau terjadi sesuatu padamu !”

Aku mengingat kembali bagaimana rasanya aku di penjara ! Hhiiii !!

“Anni , tadi cincinku ini jatuh , jadi aku mengejarnya. Aku kira tadi aku sudah mati.”

Ia menunjukkan cincinnya.

Sepertinya itu sangat berharga.

———

*THE NEXT DAY*

GAWAT !!

Hari ini aku ada jam pelajaran pagi jam 10.00 , dan bayangkan saja aku baru bangun jam setengah 10 !!!

Aku dengan gesit mengambil handukku dan mandi.

Aku mengendearai mobilku lumayan cepat tapi tidak ugal – ugalan.

Kalian bayangkan saja , aku itu murid kebanggaan tapi malah telat , tidak akan kubiarkan hal itu terjadi !!

Aku memarkir mobilku sambil menarik napas.

Dan….

Mulai lagi aku keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam kampus.

Hari ini aku itu benar – benar sial atau bagaimana ya ??

‘BRUKK’

Aku menabrak seorang namja.

Tasku jatuh.

Saat aku ingin mengomel aku lihat namja kemarin lagi.

“Ck… hahahaha !! Aku pasti sudah gila.” aku memijit dahiku.

“Kau ?!!”

“APA ???!!!” Seruku.

“Yeoja gila !!”

APA ?!! Aku tidak salah dengar ?!

Yeoja gila ?!!

Aku bersumpah akan membunuh namja ini !!

Namun aku tidak mempersiapkan alat – alatnya.

Tunggu…

Ada yang aku lupa.

Aku segera melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku.

“1 menit lagi !!”

Aku langsung mengambil tasku dan memukulnya lalu lari ke kelas.

“AWW !!” Ia kesakitan.

Ck , aku tidak peduli.

——–

-Auhor POV-

Jiyeon datang sebelum guru yang akan mengajar datang , ia langsung duduk dengan rapih dan mengatur napasnya.

Tak lama setelah ia masuk , guru yang akan mengajar di kelasnya hari ini masuk ke kelas dan… ada namja meng-ekori.

Siapa ?

‘Jangan bilang… Kai ?!’ gumam Jiyeon.

Kai langsung duduk di sebelah tempat duduk Jiyeon yang kebetulan kosong karena Sulli tidak masuk.

“Annyeong~” sapa Kai jahil.

Jiyeon tidak menghiraukannya dan agak menggeser mejanya menjauh dari Kai.

——–

-Kai POV-

Yeoja ini membuatku penasaran.

Ia sulit di mengerti !

Aku jadi ingin mengenal Jiyeon lebih jauh lagi.

Pelajaran sudah selesai.

Mahasiswa dan mahasiswi lain sudah keluar kelas.

Sedangkan Jiyeon masih menulis catatan dari songsaengnim tadi.

Ia mendengarkan penjelasan songsaengnim dengan baik lalu ia menuliskan penjelasan yang lebih rinci tentang materi hari ini.

Kemudian ia menutup bukunyadan memasukkannya ke dalam tas , sebelum ia berdiri aku menghadangnya.

“Kau… Sulit di mengerti…” ucapku.

Matanya membesar setelah mendengar prekataanku , tak lama akhirnya wajahnya kembali seperti semula.

“Aku… Tidak perlu di mengerti kok…”

Wajahnya… sedih.

‘GREP’

Aku memeluknya.

‘Bukk’

Ia mendorongku.

“Wae ?”

“Namja itu semuanya sama !”

Ia akhirnya keluar dari ruang kelas.

Sebetulnya ia ini kenapa ? Aku ingin membantunya walau aku tau aku bukan orang yang ia kenal dekat.

——–

*THE NEXT DAY*

-Jiyeon POV-

Apa bayang – bayang waktu dulu masih mempengaruhi diriku yang ‘baru’ ini ?

Apa harus aku terus membenci semua namja ?

Kini aku sedang berjalan di koridor menuju kelas.

Hari ini jadwalku pagi lagi tapi aku datang lebih pagi, tentu seperti biasanya.

Kemarin aku memang sial.

Aku masuk kelas dan duduk dengan lesu.

Tapi….

Tunggu ! Aku baru sadar aku duduk di antara Sulli dan… Kai ?!

Aku tau persis tas Sulli , ini tas si namja menyebalkan itu !!

Tapi mereka kemana ya ?

Ah ! Aku tidak peduli !

Kembali kubuka buku materi pelajaranku hari ini.

———

-Kai POV-

“Semenjak di khianati oleh Myungsoo , mantan namjachingunya. Jiyeon menjadi seperti itu , dingin , ‘anti-namja’ , ia sebetulnya tipe orang yang hangat , bersahabat…” ungkap Sulli yang ternyata sahabat Jiyeon.

Tidak sengaja tadi saat aku baru datang , aku melihat Sulli duduk di samping Jiyeon karena biasanya orang – orang tidak mau duduk di dekatnya.

“Aku ingin membantunya…”

“Semoga kau berhasil mengubahnya menjadi seceria dulu Kai-ssi ! Hwaiting !”

“Nae , Gumawo Sulli-ssi !”

———

-Author POV-

Disisi lain , Jiyeon kini mulai mau membuka hatinya.

“Aku tidak boleh begini terus…” gumamnnya.

‘TAP! TAP ! TAP!’

Seseorang berlari ke arah kelas.

“Lupakan Myungsoo , Jiyeon-ah…” gumam Jiyeon.

‘TAP ! TAP ! TAP !’

Langkah kaki itu kini sudah sampai tepat di depan meja Jiyeon.

Jiyeon mengangkat kepalanya.

“Kau…hosh…maukah…hosh.. kau menjadi..hosh..hosh.. yeojachinguku ?”

‘DEG’

Orang ini , Kai.

Kai menggenggam tangan Jiyeon yang berada di atas meja , ia menatap Jiyeon penuh keyakinan.

Jiyeon menghela napas.

“Baiklah. Aku akan menjadi yeojachingumu!”terima Jiyeon.

‘Tidak ada salahnya mencoba untuk ke dua kalinya. Namja itu tidak semuanya bejat , Jiyeon-ah !’ Jiyeon meyakinkan dirinya

‘Aku akan mengembalikan siapa kau yang dulu !’ Ucap Kai dalam hati , ia nampak serius.

——

2 hari setelah Kai dan Jiyeon menjadi sepasang kekasih , mereka memang masih agak kaku.

Bukan Kai yang kaku sebenarnya , namun Jiyeon yang masih kaku.

Ia masih agak menjaga jarak.

“Hari ini mau berkunjung ke rumahku ?” Tawar Kai.

Jiyeon menatapnya kaget.

‘PLETAK’

Jitakan suskses mendarat di kepala Jiyeon !

“Ya !” Jiyeon mengusap kepalanya. Sakit !

“Aku bukan namja pervert ! Aku tidak akan melakukan hal – hal yang kelewat batas !” Tegas Kai.

“Tapi tidak usah pakai jitak segala…” Jiyeon meringis.

‘CHU’

Jongin mencium letak dimana tadi ia menjitak kepala yeoja yang berstatus yeojachingunya ini.

“Bagaimana ? Masih sakit ?”

Tanya Kai dengan senyuman khasnya.

Jiyeon menggeleng mantap lalu tersenyum.

——-

“Kau tinggal sendiri ?” Tanya Jiyeon tiba – tiba saat mereka baru sampai di rumah Kai.

“Iya , waeyo ?”

“Anni…”

“Kau mau minum apa ? Coffe ? Tea ? Juice ?”

“Juice saja !” Jawab Jiyeon.

“Tunggu sebentar nae~”

**

Jiyeon dan Kai kini sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton film horor.

“Ini sungguh menakutkan…” ungkap Jiyeon.

Kai menengok ke arah Jiyeon lalu merangkulnya.

Jiyeon menengok ke arah Kai perlahan lalu akhirnya bersender di dada Kai.

“Apa kau masih penasaran terhadap aku ?” Tanya Jiyeon tiba – tiba.

Jongin terdiam sejenak lalu menjawab.

“Walau baru 2 hari kita menjalin hubungan , aku tahu jelas sekarang , kau pribadi yang berbeda , kau selalu mengerti orang lain sedangkan kau tidak pernah dimengerti. Jadi beginilah kau sekarang. Kau juga telah dikhianati oleh Myung…”

Belum sempat Kai melanjutkan kata-katanya.

“Hajima… jangan berbicara tentang dia…” pinta Jiyeon.

“Baiklah.”

‘TING TONG’

Seseorang menekan bel rumah Kai.

Kai segera berdiri dan melihat siapa yang ada di luar diikuti dengan Jiyeon yang berdiri di samping Kai.

Saat ia membuka pintu

“Sooyoung…?”

-JIYEON POV-

“Sooyoung…?” Gumam Kai namun terdengar jelas di kupingku.

Kini di ambang pintu berdiri seorang yeoja cantik.

Namun…Sooyoung ? Sepertinya aku pernah mendengar namanya.

Ah !!

Kai pernah menyebut namanya saat kami baru pertama kali bertemu.

Aku memperhatikan yeoja ini dari atas sampai bawah sampai aku menangkap ia mengenakan cincin yang sama seperti Kai tunjukkan saat ia tertabrak.

Pasti yeoja ini sangat berharga bagi Kai.

“Sebaiknya kau tidak datang… Pergi sekarang juga…” usir Kai pada yeoja yang bernama Sooyoung ini.

“Kai-ah…”

‘BRAK’

Kai langsung menutup pintu.

Ia kemudian duduk di sofa dan diam.

Ekspresi mukanya sedih dan dingin.

“Kai-ah , kau tidak boleh seperti itu padanya…”

“…..”

“Sebaiknya aku pulang. Aku yakin kau perlu waktu untuk menenangkan diri.”

“…..”

Ia tetap tidak menjawab.

Aku mengambil tasku yang berada di dekatnya.

Namun tiba – tiba ia menggenggam pergelangan tanganku.

“Mianhae…”

Aku tersenyum ke arahnya.

“Gwenchana..”

Lalu aku melepaskan genggaman tangannya perlahan dan keluar dari rumahnya.

——

Kalau ia sudah membantuku untuk berubah dan menjadi Jiyeon yang riang , tidak ‘anti-namja’, terlebih lagi ia membantuku merasakan kebahagiaan seperti dulu..

Baiklah !

Sudah kuputuskan akan membantunya !

——
*2 days later*

Kai jadi sering diam di kelas.

Mungkin ia masih memikirkan masalah kemarin.

Sehabis jam pelajaran selesai aku pergi ke milik Kai.

Kai sekarang jarang ke kafe , ia lebih sering meng-handle kafe dari rumah.

Aku hanya ingin mengecek kafe.

Namun , aku bertemu lagi dengan yeoja yang bernama Sooyoung sedang duduk di salah satu tempat duduk di kafe ini.

Aku menghampirinya.

“Cheogiyeo…” sapaku agak ragu.

Ia menengok ke arahku.

“Eoh , nae ? Kau yeoja yang berada di rumah Kai 2 hari yang lalu-kan ?” Tsnyanya ramah.

“Nae , annyeonghasimnika ! Joneun Park Ji Yeon-imnida !” Aku memperkenalkan diriku.

Ia mempersilahkan aku duduk di depannya.


Ternyata aku harus memanggilnya Sooyoung eonnie , kkk.

Ia umurnya lebih tua 4 tahun dariku.

Terlebih lagi ia sudah lulus kuliah sedangkan aku baru mau memulai skripsi.

“Jadi , saat aku sudah lulus kuliah , kira – kira 2 tahun kemudian aku melamar pekerjaan di perusahan appa-nya Kai dan aku di terima. Aku menjalani hari – hariku sebagai sekretaris appa-nya Kai.Aku sebetulnya sudah mempunyai namja-chingu.Lalu aku bertemu dengan Kai yang masih berada di SMA 3. Setiap kali aku bertemu dengannya , ia memperhatikanku terus , sampai tiba suatu saat ia menyatakan perasaanya, awalnya aku ragu untuk menerimanya. Namun akhirnya aku menerimanya. Kami menjalin hubungan secara diam – diam. Lama – kelamaan , bangkai pasti tercium baunya. Appa-nya Kai mengetahui hubunganku dengan anaknya…”

Ia berhenti sejenak.

Sooyoung eonnie menangis.

Aku tertegun mendengar ceritanya…

“Setelah itu , appa-nya Kai memecatku. Kai juga memtuskan untuk pergi dari rumah. Awalnya ayahnya belum mengijinkannya. Kai saat itu belum lulus dari SMA , appa-nya berpikir siapa yang nanti akan membiayainya , akhirnya dibuatlah kafe ini , setelah itu baru Kai diperbolehkan tinggal sendiri. Aku ini bodoh !! Ia mencintaiku dengan tulus tapi malah menyakiti perasaannya !”

Aku kaget mendengar cerita Sooyeong eonnie.

“Eonnie , jangan menyalahkan dirimu sendiri , kau pasti sangat tertekan. Kau harus berbicara baik – baik dengan Kai , aku yakin pasti ia mau mendengar permintaan maaf eonnie kok.” Ucapku pada Sooyoung eonnie.

Aku terdiam sejenak.

‘Meongcheongi , yang harusnya dibantu itu kau bukan aku !’ ‘Ucapku’ kepada Kai di dalam hati.

——

-Kai POV-

Kini aku sudah membaik.

Aku melupakan kehadiran yeoja itu lagi.

Seperti biasa hari ini aku ada jam pelajaran sebelum nanti aku harus menyelesaikan skripsi.

Aku berencana untuk mengajak Jiyeon ke Lotte World hari ini.

Jiyeon kini tengah membaca buku pelajaran dengan serius.

Aku berjalan ke belakangnya dan menyandarkan daguku di pundaknya.

“EOH ?!”

Ia kaget , hahaha. Lucu sekali tingkahnya.

“Isssh ! Namja ini ! Awas kau !” Ancamnya.

“Nanti saja balas dendamnya , aku ingin mengajakmu ke Lotte World hari ini sehabis selesai jam pelajaran. Mau tidak ?” Ajakku.

Ia nampak berpikir sejenak.

“Nae ! Aku mau !”

Aku mengacak rambutnya.

“Ya !! Rambutku sudah rapi malah di acak – acak !”

“Ihh… yeoja-chinguku sekarang genit ya~~” ucapku jahil !!

“Neo jugeul-sippeoseo (kau ingin mati ?!) ?! Ya ! Kim Jong In !” Ia memukulku dengan bukunya.

“Ckckck ! Aigoo.. kalian ini pacaran atau tidak sih ?” Tegur Sulli yang baru datang.

“Hajima ! Awww ! Appeun(sakit)!” Aku meringis.

“Heoll… aku tidak genit sepertimu ! Ingat itu Kim Jong In !” Ucap Jiyeon lalu ‘mehrong’.

Ck , yeoja ini !

Aku baru menyadari , rasa penasaranku terhadapnya yang menjerumuskan diriku sendiri.

Aku sadar jelas , kini aku mencintainya , Park Ji Yeon !

——

Kini kami sudah sampai di depan Lotte World.

Aku melihat sekelilingku sampai tiba – tiba mataku menangkap seorang yeoja yang familiar.

Sooyoung ?

“Jiyeon-ah , tunggu sebentar ya !!”

——

-AUTHOR POV-

“Jiyeon-ah , tunggu sebentar ya !!” Tukas Kai.

‘Langsung ingin bertemu Sooyoung eonni-kan…?’ Ucap Jiyeon dalam hati.

“Nae !” Jiyeon mengangguk.

“Ada apa kau disini ?”

“Sebetulnya yeojachingumu yang menyuruhku datang untuk membicarakan masalah kita secara baik – baik…”

‘DEG’

Kai segera melihat ke arah tadi ia meninggalkan Jiyeon.

Jiyeon tidak ada.

“Kai-ah… mianhae karena aku kau menjadi seperti ini. Aku harap kita bisa menjadi sahabat atau teman setidaknya.” Sooyoung meminta maaf pada Kai.

“Baiklah , kita sekarang menjadi teman !! Mian , Sooyoung-ah ! Aku akan mengejar Jiyeon dahulu !”

“Nae !! Annyeong , Kai-ah !!”

—–

-Jiyeon POV-

“Aku rasa ini yang terbaik…” gumamku saat dalam perjalanan menuju tempat pemberhentian bus di dekat Lotte World.

‘GREP’

Seseorang menggenggam tanganku.

“Kau rasa ini yang terbaik tapi bagiku tidak…”

Kai ?!

Aku menengok ke belakang.

“Kai ?! Bagaimana Sooyoung eonnie ?”

“Kami hanya teman..”

“Ini kesempatan bagimu untuk kembali dengannya !! Kau malah menyia – nyiakan kesempatan yang datang hanya 1 kali !”

‘GYUT’

Kai tiba – tiba memelukku.

“Tapi aku hanya ingin bersamamu…”

Air mataku jatuh dengan sukses.

“Sebetulnya aku ingin kau berkata ‘Saranghae , Jiyeon-ah’, ‘Kaulah yang ada di hatiku’ dan kata – kata manis lain. Tapi sekarang aku sadar kalau ternyata kau juga masih ada bayang – bayang masa lalu.”

“Saranghae , Jiyeon-ah…”

‘DEG’

“Nado…”

Kami mulai perjalanan cinta kami kali ini tanpa tekanan namun dengan ketulusan.

——

*AFTER 3 MONTHS BEING A COUPLE*

-AUTHOR POV-

Jiyeon dan Kai sama – sama sudah lulus kuliah.

“Kau yang terlalu berlebihan !!!”

“Aku bukannya terlalu berlebihan ! Setelah mulai mau bergaul dengan namja , kau jadi melupakkanku !”

“Bukan begitu Kai-ah! Kalau kau cemburu bilang dan halangi aku dong ! Kau sendiri malah jalan bersama yeoja lain !”

“Itu juga karena kau , Jiyeon !”

“Kalau seperti ini lebih baik kita putus saja…”

“Baiklah !! Gumawo untuk semuanya !”

“Nae.. gumawo juga atas semua bantuannmu !”

Selama mereka menjalin hubungan , sering terjadi pertengkaran.
Akankah ini menjadi akhir semuanya ?

Setelah 2 minggu mereka berpisah , mereka sendiri kembali menyadari kalau mereka sendiri tidak bisa dipisahkan.

Namun mereka sendiri tau mereka tidak bisa kembali menjadi sepasang kekasih.

“Yoboseyo…” Kai menelepon Jiyeon.

“Nae…?” Jawab Jiyeon.

Mereka masih agak canggung.

“Mari bertemu di kafe-ku.”

“Ehrggh… bagaimana ya…? Baiklah ! Aku kesana sekarang nae !”

“Nae !”

‘PIP’

setelah mematikan sambungan telepon , mereka tersenyum senang.

—–

*AT KAI’S CAFE*

“Jadi ?! Kita menjadi sahabat sekarang ?!!”

“Nae !” Jawab Jiyeon.

“Ah… aku bahagia sekarang , kkk !”

Hari demi hari mereka jalani dengan status sahabat.

Namun masing – masing mereka pasti mempunyai kisah yang baru.

Jiyeon sebentar lagi akan menikah dengan Kris , namja yang berstatus anak dari teman ayahnya.

Kai sedang menjalin hubungan dengan teman yeojanya saat ia masih duduk di kelas 3 SMA.

“Jiyeon-ah ! Bagaimana kalau kita dinner untuk terakhir kalinya sebelum kau menikah ?? Tentunya sebagai sahabat.”

“Hmmm… Baiklah !! Kajja !”

**

Setelah mereka sampai di restoran yang mereka tuju , Jiyeon dan Kai membicarakan banyak hal.

“Aku tidak menyangka kalau kita bisa menjadi sahabat setelah berpisah..” Kai angkat bicara.

“Di saat – saat seperti ini , pikiranku malah ‘membawa’ku kembali ke masa dimana kita berdua masih menjadi sepasang kekasih…” ungkap Jiyeon.

“Apa kau percaya akan ‘reinkarnasi’ ?” Tanya Kai tiba – tiba.

” Reinkarnasi ? Percaya ! kalau kau sendiri ?”

“Aku percaya…” tanggap Kai.

“Semoga kau bisa cepat menikah dengan yeojachingu-mu !” Jiyeon mengalihkan pembicaraan.

“Gumawoyo !”

Mereka berdua tersenyum hangat.

—–

-Jiyeon POV-

Naasnya…

Mobil yang kami kendarai mengalami kecelakaan.

Apakah aku sudah mati ?

Aku melihat Kai dan aku berlumuran darah.

‘Aku harap , kita bertemu di kehidupan selanjutnya…’

*THE END*

——-

-AUTHOR POV-

*In another life*

Tapi aku hanya ingin bersamamu…”

Air mataku jatuh dengan sukses.

“Sebetulnya aku ingin kau berkata ‘Saranghae , Yeonnie-ah’, ‘Kaulah yang ada di hatiku’ dan kata – kata manis lain. Tapi sekarang aku sadar kalau ternyata kau juga masih ada bayang – bayang masa lalu.”

“Saranghae , Yeonnie-ah…”

‘DEG’

“Nado , Jongin-ah…”

Kisah cinta yang terjalin untuk kedua kalinya…
Inilah mereka…

Waktu dan maut tidak bisa memisahkan mereka…

-REAL END-

Annyeong~~ ♥♥ aku kembali :’) i miss you all readers :* :p untuk END dari ff ini , biar readers yang berkesimpulan sendiri hehehe~~♡♡ much love for this fanfiction~

DON’T FORGET TO COMMENT

Advertisements

21 Comments

  1. alur nya menarik,,
    sama2 punya luka masa lalu,, saling menyembuhkan,, trus break.. ternyata takdir kenyataan tidak kembali pada mereka.. namun berakhir bersama..
    kisah cinta kaiyeon yang penuh kenangan… tapi kenapa salah satu dari mereka engga bisa bertahan demi pasangannya sihhhhh?!!! knp mesti ada putus? *gigit bantal *sigh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s