[ONESHOOT] Gumawo , Japan !

Author  : iamlittlejiyeon

Tittle     :  Gumawo , Japan !

Type      : Oneshoot

Genre    : Romance , friendship , school-life

Rating   : PG 14

Main Cast :

Park Jiyeon
Choi Minho
Fujiwara Tatsuya (OC)
Miyamura Mamoru (OC)

—————-

Annyeong !!! Aku bikin ff baru nihhh ! sebetulnya ini bagian dari tugas sekolah aku , aku disuruh bikin cerpen dan aku bikin tentang Korea-Jepang. pemeran utamanya juga kebetulan Jiyeon hehee. Maka itu aku inisiatif share nih ke all readers !! semoga pada suka ! dan jangan lupa , DON’T BE SILENT READER , PLEASE LEAVE A COMMENT

————

-All Jiyeon POV-

Mataku menatap kosong ke ara luar jendela pesawat perjalanan Korea-Jepang yang aku tumpangi saat ini.

Ya , Jepang. Sebentar lagi aku akan sampai disana. Aku menerima tawaran dari ayahku untuk melanjutkan studiku di Jepang.

Berhubung aku adalah murid teladan dan terbilang pandai , ayah menginginkan aku memiliki masa depan yang cerah. Mungkin saja mengikuti jejaknya.

Ayah dan ibuku bercerai sejak aku masih berumur 3 tahun, hak asuh dipegang oleh ayahku. Namun , sejujurnya aku tidak terlalu dekat dengan ayahku. Ia lebih memilih bekerja dan mengurusi perusahaan besarnya dibanding mengurusiku , putri semata wayangnya. Di sekolah aku tidak memiliki teman. Teman – teman yang datang hanya menyuruhku untuk mengerjakan tugas – tugas mereka.

Tragis bukan ?

Sebuah pengumuman yang menandakan pesawat sebentar lagi akan mendarat berhasil membuyarkan lamunanku. Aku menarik napas dalam – dalam.

Jepang , aku datang !!

—–

Sudah 2 hari setelah kedatanganku di Jepang. Lebih tepatnya di Tokyo. Aku tinggal di rumah bibiku yang kebetulan menetap di Jepang juga. Kini aku menjadi seorang siswi di salah satu SMA terbaik dan ternama di Tokyo. Aku berjalan ke arah kelasku yang baru. Walau awalnya aku agak bingung , namun pada akhirnya aku berhasil menemukan kelasku.

Aku duduk di salah satu bangku kosong yang ada. Tak lama, seorang guru masuk. Mungkin ia wali kelasku.

Ohayou , minasan. Tomodachi ga arimasu ! Jiyeon wa , jiko shoukai o onegaishimasu ! 

(Selamat pagi , semuanya ! Kalian kedatangan teman baru ! Jiyeon , silahkan memperkenalkan diri !)

Aku dengan segera bangkit dari tempat duduku dan berjalan ke depan kelas.

Ohayou. Watashi no namae wa Jiyeon-desu ! Yoroshiku onegaishimasu !

(Selamat pagi. Namaku Jiyeon , senang bertemu dengan kalian semua !) ucapku sambil membungkuk kecil.

Riuh tepuk tangan menghiasi ruang kelas. Aku hanya tersenyum tipis dan memandangi wajah teman – teman baruku. Saat mataku sedang asik menjelajah seisi kelas , mataku menangkap sosok laki – laki aneh. Ia menatapku dengan tajam entah apa salahku. Aku mengalihkan pandanganku dan kembali duduk. Selang beberapa menit , kamu memulai pelajaran pertama.

——-

‘KRING! KRING!’

Bel jam istirahat berbunyi , dengan segera aku keluar kelas dan berjalan cepat menuju kantin. Cacing – cacing di perutku sudah berdemo. Sesampainya aku di kantin aku mengantri untuk mengambil makanan. Setelah itu aku mencari tempat duduk dan menikmati makananku.

Tiba – tiba…

‘BRUK!’

Tiga orang laki – laki yang tentu saja aku tidak kenal duduk mengelilingiku. Apa aku akan menjadi sasaran bully bagi mereka ?!

Aku menundukan kepalaku dan mencoba untuk fokus makan.

Ohayou ! ” salah seorang dari ketiga laki – laki ini menyapaku sambil mengedipkan sebelah matanya ke arahku.

Aku rasa laki – laki ini gila’’ ucapku dalam hati.

A- Annyeong-haseyo!” (halo)ia mencoba berbicara dengan bahasa Korea walau terbata – bata.

Aku terkekeh dan berdehem.

“Tidak apa , aku bisa berbahasa Jepang , kok.” Tanggapku dengan bahasa Jepang.

Hening.

Ah.. Fujiwara Tatsuya desu ! Yoroshiku !” (namaku FujiwaraTatsuya ! senang bertemu denganmu  !)

Hai ! Watashi no namae wa Park Jiyeon desu ! Yoroshiku !” (ya ! Namaku Park Jiyeon ! senang bertemu denganmu juga !)

“Perkenalkan juga kedua temanku ini. Disamping kirimu ada Miyamura Izumi !”

Ohayou , Jiyeon !” sapa namja yang bernama Miyamura Izumi sambil melihat name tag yang tercantum rapi di kemeja-seragam sekolahku yang bertuliskan  ‘ジヨン’.

“Dan yang duduk di depanmu bernama Choi Minho !”

Aku menolehkan pandanganku ke arah namja yang duduk tepat di depanku.

“Eh ?!” Aku sangat amat kaget.

Laki – laki ini yang memperhatikanku dengan tajam seakan – akan ia akan memakanku.

Kali ini beda , ia tersenyum ke arahku. Apa mungkin ia mengalami keterbelakangan mental ?

“Ah , sumimasen , Fujiwara-san. Apakah temanmu yang bernama Nakamura Kouta ini mengalami keterbelakangan… mental ?” tanyaku setengah berbisik. (Sumimasen = maaf)

“Hahaha !”

Tatsuya dan Izumi tertawa lebar.

Doushite…?”(mengapa ?) Aku melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan yang sulit dijelaskan kemudian aku melihat ke arah Kouta yang kini menatapku dengan dingin.

Sedetik kemudian aku menutup mulutku , menyadari kesalahanku.

“Tenang saja Jiyeon, Minho memang begitu terhadap orang baru.” Ucap Mamoru.

“Oh ya , Minho datang dari negara yang sama denganmu , lho !” Tatsuya semangat.

Ternyata dia orang Korea juga…

Baguslah. Kkk.

——

Tak terasa , sudah 5 bulan semenjak aku tinggal dan bersekolah disini. Aku tidak mempunyai teman perempuan , namun aku ‘bergabung’ dengan 3 laki – laki itu ; Fujiwara Tatsuya , Miyamura Mamoru , dan Choi Minho. Namun ada yang unik diantara pertemanan kami ; kami tidak boleh ikut campur dengan urusan pribadi yang lainnya. Aneh memang.

Kini aku sedang belajar untuk ulangan harian Matematika besok , tapi sebelumnya aku meminum sebuah obat atau pil yang bisa dibilang dapat membantuku belajar. Yah , ini termasuk salah satu urusan pribadiku. Hanya aku , ayah , dan Tuhan yang tahu. Ayah , ia yang pertama kali menyuruhku meminum obat ini.

——

Siang hari yang cerah di hari Minggu aku habiskan bersama Tatsuya , Mamoru dan Minho di sebuah taman yang cukup dekat dengan rumahku. Seperti biasa Minho akan datang terlambat. Ada yang beda hari ini. Wajah Tatsuya memar di beberapa tempat dan Mamoru terlihat murung.

“Fujiwara-san , mengapa wajahmu babak belur begitu ?” tanyaku kepada Tatsuya.

“Urusan pribadi , Jiyeon… hehe” jawabnya sambil tersenyum kecut.

Gomen.”(maaf) Aku meminta maaf kemudian mengalihkan pandanganku ke arah handphoneku.

Aku ingin menelpon Minho agar ia cepat datang. Tapi…

“Oi !”

‘Umur panjang… Baru saja aku ingin menghubungimu.’ Gumamku melihat ke arah Minho yang berjalan ke arah kami.

“Neo wattda ! (akhirnya kau datang!)

Aku menatap nanar ke arah Tatsuya dan Mamoru. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing – masing.

Wae ?”

“Eh ?!” Aku kaget. Tiba – tiba Minho sudah duduk tepat di sampingku.

Mwo ?”

Minho hanya mengerucutkan bibirnya ke arah Tatsuya dan Mamoru.

Molla. Lagipula aku juga tidak akan pernah tahu.” jawabku singkat.

“Karena peraturan konyol itu ?”

“Hah ?! Konyol ? Kalau itu peraturan konyol mengapa kau dari dulu setuju ?!” bentakku.

“Aku tidak pernah setuju , aku hanya mengikuti kalian.”

“…” Aku memilih diam tidak menjawab dan mengutak – atik handphoneku.

“Tatsuya , ia pasti sedang membantu ibunya.” Aku tersentak ketika mendengar pernyataan Kouta.

“Jangan bercanda. Mana mungkin membantu ibunya bisa sampai babak belur begitu ?”

“Lain lagi kalau membantu ibunya yang sedang dipukuli..”

Nani…?” (apa…?)

“Yah… Ayahnya itu seorang pemabuk. Jika ayahnya pulang ke rumah , pasti ibunya akan dipukuli.  Tatsuya selalu membantu ibunya , menghalangi ayahnya untuk memukuli ibunya , ia sering terkena pukulan dari ayahnya. Jadi aku tidak heran.”

“Lalu , kalau kau sudah tau mengapa kau hanya diam ?”

“Peraturan konyol itu yang menghalangiku. Aku hanya mengikuti ‘aturan bermain’ kalian. Nah , sekarang Mamoru.”

Aku menghela napas panjang.

“Mamoru , ia memiliki ibu tiri yang bisa dibilang kejam. Ayahnya sakit – sakitan. Ibu kandungnya masih hidup , namun entah mengapa ibunya tidak mau mengakuinya sebagai anak. Aku yakin pasti sebelum kesini ia pergi ke rumah ibu kandungnya terlebih dahulu , makanya ia jadi murung sekarang.”

“Mereka pasti mengalami masa – masa yang sulit…” tanggapku lemah.

“Sampai saat ini aku belum mengetahui apapun tentangmu.”

“Eh ?!! Tsk , aku yakin kau tidak akan pernah tau apapun tentangku.”

Aku berdiri dari posisi dudukku.

“Oi ! Tatsuya , Mamoru ! Aku pulang dulu !”

Akhrinya mereka tersadar namun hanya diam kemudian menatapku dan Minho secara bergantian.

——

Tepat pukul 4 sore , jam pulang sekolah. Aku membereskan buku – bukuku.

“Yui ! Bisa bicara sebentar ?”

Ini suara Minho.

Aku memang sekelas dengannya , sedangkan Tatsuya dan Mamoru di kelas sebelah.

Tapi , tunggu. Buat apa ia mengajak bicara Yui ? Walaupun aku tahu ia sering berbicara dengan murid perempuan yang ada di sekolahku. Namun kali ini beda , ia mengajak bicara seorang Yui ! Salah satu murid populer di sekolahku. Minho bukan termasuk murid populer.

Mengapa aku jadi penasaran seperti ini ?!

Rasa penasaranku sangat besar dan akhirnya aku mengikuti mereka berdua , terpaksa melanggar peraturan kami. Aku mendengar pembiacaraan mereka. Minho menyatakan perasaannya kepada Yui dan Yui menerima Minho sebagai pacarnya. Aku pasti sedang bermimpi sekarang. Kenal satu sama lain saja tidak , dan sekarang mereka menjadi sepasang kekasih.

Aku membalikkan badanku dan berjalan pulang. Sesampainya aku di rumah ,aku masih penasaran akan alasan Minho sampai – sampai ia menyatakan perasaanya kepada Yui.

Park Jiyeon , jeongsincharyo ! Buat apa memikirkan dia ! Berhenti ikut campur !

—–

Peraturan ini memang peraturan konyol. Semenjak hari itu , aku terus mengikuti Kouta. Laki – laki yang tidak bisa ditebak.

Keesokan harinya , setelah ia menyatakn perasaanya kepada Yui , ia menyatakan perasaanya kepada perempuan lain dan diterima , begitu juga hari – hari berikutnya. Aku hitung – hitung sekarang sudah ada 6 perempuan yang menjadi pacarnya. Tidak masuk di akal.

Siang ini kami (aku , Minho , Tatsuya , dan Mamoru) makan bersama di lantai paling atas gedung sekolah kami. Kebetulan hari ini semuanya membawa makanan dari rumah.

“Hmm.. sepertinya seru kalau kita belajar bahasa Korea !” ucap Mamoru memecah keheningan di antara kami.

“Ide bagus , Miyamura Mamoru ! Jiyeon ,ayo ajarkan kami kalau kau sempat !” Tatsuya setuju.

“Sebetulnya aku bisa kapan saja.” Jawabku singkat.

“Aku ikut !! Aku juga mau mengajar kalian !” Minho angkat bicara.

“Kalau dia ikut , aku tidak mau mengajar kalian.” Ungkapku tegas.

“Eh ?! Doushite , Jiyeon ?” tanya Tatsuya.

Nani mo” (tidak apa – apa )aku menatap Minho dengan sinis begitu juga dengan dia.

“Kami… ke kelas dulu.. “ pamit Tatusya terbata – bata memberskan kotak makanannya dan menarik Mamoru untuk ikut bersamanya.

Aku hanya mengangguk dan makan dengan tenang tanpa memperdulikan Minho. Tak lama , aku selesai makan dan membereskan kotak makanku. Aku berangsur – angsur berdiri dan berniat untuk meninggalkan Minho dan menyusul Tatsuya dan Mamoru.

“Sifatmu bisa berubah kapan saja. Hebat.”

Aku menghentikan langkahku.

“Lalu ? Kau penasaran ?”

“Bingo !”

“Harusnya aku yang sangat sangat penasaran padamu ,Choi Minho. Seseorang yang memeliki 6 pacar dan ada kemungkinan besar akan bertambah tiap harinya.”

“Akhirnya kau melanggar peraturan itu.”

“Itu peraturan konyol , bukan ?”

“Apa motifmu ?” tanyanya.

“Tidak ada.”

“Lalu mengapa kau marah ? Apa kau cemburu ?”

‘DEG”

Perkataan itu terngiang terus di telingaku.

Aku tidak menghiraukannya dan melanjutkan langkahku sambil mengusap kedua pipiku yang terasa panas.

——

Sudah 2 hari setelah insiden itu dan aku terus memikirkan kata – kata Minho.

Lalu mengapa kau marah ? Apa kau cemburu ?”

Semakin lama aku pikirkan sepertinya benar , aku mulai menyukai Minho. Tapi , sejak kapan? Aku tidak terlalu sering berbicara dengannya. Saat aku sedang berpikir keras tentang perasaanku terhadap Minho,handphone ku berdering.

Appa?” (ayah ? )

Buat apa ayahku menelpon ku. Ini benar – benar kejadian langka. Aku memutuskan untuk menjawab telepon dari ayahku.

Yoboseyo…”(halo…) suara berat dari seberang sana menyapaku.

Nae , appa.” (ya ,ayah)

“Bulan depan kau akan kembali ke Korea.”

7 kata yang diucapkan ayahku bagaikan tamparan keras bagiku.

“Mengapa secepat itu ? Mengapa harus pulang ? Mengapa ayah mengirimku kesini jika hanya dalam jangka waktu pendek ?” Aku berusaha menahan air mataku.

“Tidak usah banyak tanya , yang penting bulan depan kau harus pulang.” Kemudian ayah mematikan sambungan telepon.

Aku tidak bisa membantah ayahku. Seburuk – buruknya sikap ayahku , ia tetap ayahku. Aku yakin mungkin ayah memiliki rencana lain untukku.

“Argh..” aku melempar handphoneku dengan sembarang.

——-

“Anak – anak , besok kalian sudah mulai ujian akhir semester sebelum libur musim panas. Persiapkan diri kalian dengan baik !”

“Hai !” jawab murid – murid di kelasku serentak.

‘KRING!’

Bel pulang sekolah berbunyi aku membereskan bukuku dengan lesu kemudian berjalan keluar kelas.

“Oi ! Jiyeon !” Minho tiba – tiba memanggilku

Ada apalagi sih anak itu.

Aku hanya diam hatiku sama sekali tak tergerak untuk mencari dimana sosok Minho.

“Hari ini bagaimana kalau kita makan es krim !” tiba – tiba ia sudah berdiri di sampingku.

“Aku tidak mau. Kau makan es krim sendiri saja ya.” Tanggapku malas.

“Tidak bisa !!” Minho merangkul tanganku dan menarikku entah kemana.

Kami sekarang berada di sebuah kedai es krim.

“Disini tempat biasanya aku membeli es krim !”

“Sana cepat beli es krim ! Lakukan sesukamu !” bentakku.

Minho kemudian memesan 2 es krim kepada seorang ahjumma  (bibi).

Arigatou gozaimasu !!” (terima kasih banyak)  Minho membayar es krim kami kemudian berjalan ke arahku sambil membawa es krim itu.

“Ini !” Aku mengambil es krim pemberiannya dengan malas.

Arigatou…”

Setelah itu hening. Aku tidak berniat untuk membuka pembicaraan.

“Aku sudah putus dengan ke enam perempuan itu.” Tiba – tiba ia angkat bicara.

Entah apa yang aku rasakan , senang , kaget , atau bingung.

“La.. lalu buat apa kau memberi tahu aku ?”

“Karena kau menyukaiku…”

“Eh ?! Kau cepat sekali menyimpulkan kalau aku menyukaimu ! Dasar , percaya diri sekali !”

“Dan aku juga menyukaimu.”

Kalimat terakhir yang ia ucapkan menohok hatiku.

Tanpa sadar semburat merah menghiasi kedua pipiku.

“Kau ini jangan bercanda !! Aku tidak suka candaanmu !” ucapku.

“Aku serius.”

Aku sangat amat ingin kabur dari tempat ini.

“Tapi , mengapa kau bisa – bisanya mengatakan kepada semua perempuan kalau kau menyukai mereka ?”

“Urusan pribadi.”

“Tsk , kau saja mencampuri urusan keluarga Tatsuya dan Mamoru sejauh itu.”

“Baiklah. Akanku ceritakan kepadamu apa alasanku melakukan itu. Ibuku berselingkuh di depanku dan meninggalkan ayahku dan aku. Karena ibuku , aku membenci perempuan. Perempuan itu semuanya sama saja. Aku juga sangat amat membenci ibuku.”

“Bukankah dengan kau berbuat seperti itu kau menyamakan dirimu seperti ibumu ? Apa kau tidak berpikir , perempuan yang kau sakiti itu pasti juga berpikir kalau laki – laki sama saja? Apa dengan cara seperti ini kau akan terbebas dari kepahitan masa lalumu ? Kau hanya menimbulkan masalah baru.” ungkapku dengan serius.

Minho hanya mematung.

“Aku permisi dulu.” Kemudian aku memutuskan untuk pulang.

—–

Hari ini hari dimana aku akan menjalani ujian akhir sebelum libur musim panas dan kembali ke Korea. Aku mencari tempat sepi sambil membawa air minum dan juga pil yang dapat membantuku itu. Setelah aku meminumnya aku segera kembali ke kelas dan mengikuti ujian.

—-

Setelah 5 hari lamanya aku menghadapi ujian , hasil ujian di umumkan hari ini.

Kini aku tengah duduk rapi sambil membaca buku pelajaran di tempat dudukku.

“Jiyeon , kau tidak mau melihat hasil ujian akhir ?” tanya Minho sambil duduk di depan tempat dudukku.

“Sudah ada ?! Dimana ?!” aku sangat antusias.

“Di papan pengumuman.”

Aku dengan segera berlari ke arah papan pengumuman dan mendapati sebuah kertas berisikan nilai dan peringkat tertempel rapi disana.

Aku dengan teliti mencari namaku dimulai dari atas.

“Yeeeaaayy !” aku mengekspresikan kegembiraanku. Aku berhasil meraih posisi pertama !!

“Jadi , karena pil itu membuatmu mendapat nilai yang tinggi ?”

Aku tersentak.

Minho ? Bagaimana ia bisa tahu ?

“Kau bagaimana bisa tahu…?”

“Aku melihatmu saat meminum pil itu sebelum ujian.”

“Stalker.”

“Impas. Kau juga pernah menjadi stalker. Tapi , menurutku kau tidak perlu lagi meminum pil itu. Sewaktu – waktu itu bisa berdampak buruk bagi tubuhmu.”

“Apa urusanmu ? Ayahku saja tidak peduli kalau aku meminum pil itu , bahkan ia yang menawarkan aku untuk meminum pil itu.” Ucapku dengan bersikap dingin.

Minho hanya diam.

“Sudahlah… tidak usah terlalu peduli terhadapku , Choi Minho.”

“Aku suka padamu maka itu aku menyuruhmu untuk berhenti !”

“Kalau begitu mulai sekarang berhenti menyukaiku !” bentakku lalu pergi meninggalkannya.

Semenjak hari itu aku sudah tidak pernah lagi berbicara dengan Minho.

——-

Sudah saatnya bagiku untuk kembali ke negara asalku.

Namun aku sempat menitip surat kepada Mamoru. Aku bertemu dengan Mamoru di taman seperti biasa , menitipkan surat ini dan menyuruhnya membaca isi surat itu dengan tatsuya juga Kouta. Setelah itu aku pulang membereskan barang – barangku dan pergi menuju airport.

Dewi fortuna berada dipihakku , aku datang tepat waktu. Pesawat yang akan aku tumpangi juga baru sampai. Aku dengan segera check in dan menunggu beberapa menit sebelum naik pesawat.

Saat aku sedang menunggu pesawat , tiba – tiba Minho menelponku.

“Jiyeon !! Seenaknya kau pergi tanpa pamit kepada kami !” bentaknya dari seberang sana.

“Aku tidak punya banyak waktu !” gurauku.

“Kami sudah membaca suratmu.” Ungkapnya.

“Lalu ? “

“Tatsuya dan Mamoru berterima kasih kepadamu karena memberikan mereka motivasi dan nasehat supaya tidak membenci orang tua mereka seburuk apapun sikapnya. Kau jangan terlalu sering memakan pil itu ! Titip salam untuk ayahmu yang workaholic itu. Ehmm… Ohya , aku berjanji kepadamu aku tidak akan mempermainkan perempuan lagi dan tidak akan membenci ibuku. Satu lagi, soal aku suka padamu itu , aku tidak main – main.”

“Kalau kau ingin aku menjawab pernyataan cintamu itu , kau harus pulang ke sekolah liburan musim panas ini !!”

“Ya ! Park Jiyeon ! Aissh ! Arrasseo ! Aku akan datang nanti ! Aku akan menelponmu !”

“Nae~”

“Jiyeon ! Jangan lupakan kami yaa !!” teriak Mamoru dan Tatsuya.

Hai !!!”

Terima kasih , Jepang atas kenangan yang sangat indah !

Aku bisa merasakkan bagaimana rasanya mempunyai teman dan juga menyukai seseorang. Fujiwara Tatsuya , Miyamura Mamoru , aku tidak akan pernah melupakan kalian !!

Dan kau Choi Minho , kau harus menunggu jawabanku ! Cepatlah datang ke Korea !

-THE END-

Hadduhhh jelek ya ? 😦 maaf kalau jelekkk 😦  tapi aku harap kalian suka dehh :’)

LEAVE A COMMENT PLEASE ♥ gumawoyoo

Advertisements

26 Comments

  1. Singkat tapi seru :))
    Cuma kurang panjang(?) hehehe… Soalnya minjinya belom jadian..
    Heheheh tapi keren ko thor..
    Banyak bahasa jepangnya.. Kereen
    Yang cinderella metropolitan krisyeonnya ditunggu ya… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s