[ONESHOOT] Give Me One More Chance

Author : iamlittlejiyeon

Title : Give Me One More Chance

Second title : One Day

Genre/Type : Sad , romance.

Main Cast :

Park Jiyeon
Kim Jongin

Oth Cast :

· Lee Jieun
· Park Minra (OC)
· Choi Sulli
· Cha Eun Seul (OC)

-Jiyeon POV-

‘KRING !’

Alarm berbunyi nyaring, memecah keheningan di dalam kamarku yang bernuansa ‘soft pink’ pagi hari ini.

“Argh…”

Aku mengerang.

‘KRING !’

Satu lagi alarmku yang lain berbunyi.

Aku sengaja menyalakan 2 alarm supaya aku cepat bangun di pagi hari dan tidak terlambat ke sekolah.

“AISHH !” Aku dengan segera membuka selimutku dan bangun dari tempat tidurku.

Aku berjalan malas ke arah kaca.

Melihat ‘seberapa buruknya’ diriku sehabis bangun tidur.

Aku menyipitkan mataku sambil merapikan rambut dan poniku dengan lemas.

“Siapa yang mau berpacaran denganmu kalau kau sejelek ini..” aku memegang mukaku.

Kebetulan jam masuk sekolahku pukul 06.45.

Aku melirik ke arah jam.

“05.50 !!” Dengan segera aku mengambil handuk untuk mandi.

“Eomma !! Aku berangkat !” Aku berlari dengan cepat.

“Park Jiyeon , hati – hati !”

“Nae !”

Aku berlari ke arah halte bus dekat rumahku.

Dan.. beginilah hidupku !

Aku , Park Jiyeon. Umur 16 tahun , bersekolah di ByungMoon Music High School. Aku sangat suka menyanyi dan menari.

Aku memiliki 4 sahabat yang sangat amat baik padaku.

“Eoh… itu busnya !” Dengan cekatan aku berlari ke arah bus yang baru saja datang ke halte bus yang aku tuju.

Pukul 06.35

Sekolah sudah mulai ramai dengam murid – murid yang datang.

Aku berjalan malas ke arah kelasku.

“Aigoo…” aku mengeluh pelan.

Sesampainya aku di kelas , aku duduk di dekat tempat duduk sahabatku , sebetulnya tempat dudukku sudah di tetapkan oleh wali kelasku.

Namun , karena aku bisa dibilang termasuk anak berandalan dan murid – murid yang lain juga ingin duduk dengan teman mereka masing – masing , jadi kami duduk sesuka kami.

Jika wali kelas kami masuk ke kelas , kami akan duduk di posisi duduk kami yang sebenarnya.

“Good morning , Jiyeon-ah !” Sapa sahabatku Jieun saat aku baru saja memasuki kelas.

“Aigoo , sejak kapan kau berbahasa inggris seperti ini ?” Gurauku.

“Ya ! Aku sedang berusaha berbahasa inggris dengan baik dan benar !”

“Arraseo , arraseo.” Ucapku sambil tersenyum manis ke arahnya.

“Minra eodiga ?” tanyaku kepadanya.

“Molla , ia akan datang dalam hitungan 1 , 2–”

“ANNYEONG PARK JIYEON! LEE JIEUN !”

Suara Minra yang menggelegar menghiasi seisi kelas.

“Ya , kau ingin membuat kupingku tuli ?” Tanyaku kepada Minra sambil melepaskan tasku.

“I don’t care~” Minra hanya duduk di tempatnya sambil merogoh tasnya dan mengambil kaca.

Aku sekelas dengan 2 sahabatku ini , sedangkan 2 sahabatku yang lain berada di kelas sebelah.

Pelajaran pertama dimulai.

Seisi kelas kami ribut.

Kelas kami memang dijuluki ‘kelas 1000 mulut’ karena kelas kami paling ribut diantara kelas – kelas lain.

Guru pada pelajaran pertama ini guru baru.

Ia nampak stress melihat kami yang sangat amat tidak teratur.

Tiba – tiba wali kelasku masuk !

“Jugull-e..”(mati aku) bisikku pelan.

Wali kelasku adalah guru ‘killer’.

“PARK JIYEON ! MENGAPA KAU DUDUK DISITU ?!”

Park Jiyeon , let’s start acting !

“Ah.. igeo… Aku disuruh pindah oleh dia.” Aku menunjuk teman sekelasku yang duduk paling belakang , tempat yang seharusnya aku duduki.

Tapi sebetulnya ia juga yang menyuruhku pindah dan aku setuju.

Jadi aku tidak berbohong, kan ?

“Cepat pindah !”

“Nae songsaengnim…” aku membawa tasku dan buku – bukuku ke belakang.

Aku duduk di belakang seorang namja yang notabenenya musuh beratku dan sahabat – sahabatku.

Namanya , Kim Jong in.

Dulu , salah satu sahabat kami , Yura , berpacaran dengan Jongin.

Yura jadi lebih sering bersama Jongin.

Eun Seul kesal terhadap mereka berdua.

Eun Seul menyuruh Yura untuk tidak lagi bersahabat dengan kami.

Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu aku dengar Yura dan Jongin putus.

Menurut rumor yang berhembus di antara murid – murid di SMA ku , Jongin memutuskan hubungannya dengan Yura karena ia ingin Yura kembali bersahabat dengan kami.

Tapi , apa daya.

Eun Seul tidak ingin berteman kembali dengan Yura.

Aku pribadi tidak begitu mempermasalahkan hubungan Yura dan Jongin.

Wajar bukan sepasang kekasih selalu bersama – sama ?

Namun , yang lebih membuat Eun Seul kesal , beberapa hari setelah Yura dan Jongin putus , Jongin mempunyai pacar baru.

Argh ! Benar – benar memusingkan !

—-

Jam istirahat tiba , aku makan bersama dengan ke-empat sahabatku.

Lee Jieun , Park Minra , Choi Sulli , dan Cha Eun Seul.

“Tcih , apa – apaan Jongin itu.” Keluh Eun Seul.

Eun Seul adalah orang yang sangat amat–paling benci terhadap Jongin.

“Wae ?” Tanyaku penasaran.

“Ia mengatai kita ‘geng yeoja freak’. Bagaimana aku tidak kesal ?!”

“Aisshh ! Jinjja , aku ingin meninjunya saat ini !” Sulli mengepalkan tangannya.

“Aku rasa dia yang freak !” Teriak Minra.

Aku tidak banyak berkomentar.

—-

-Author POV-

Jiyeon duduk diam di belakang Jongin sambil membaca buku.

Begitu juga dengan Jongin ia diam sambil menatap kosong ke arah papan tulis.

“Park Jiyeon ! Ayo pindah lagi !” Murid yang dulunya duduk di belakang Jongin mengajak Jiyeon bertukar tempat lagi.

“…” Jiyeon tidak merespon.

“Ya ! Park Jiyeon–”

“SHIRREO !” Teriak Jiyeon membuatnya terdiam.

Jiyeon kembali membaca buku.

Tanpa ia sadari Jongin memperhatikannya lalu menghadap ke depan lagi.

Hari demi hari Jiyeon lewati , ia duduk di belakang Jongin.

Banyak hal yang terjadi.

Jongin dan Jiyeon mulai sering berbicara , dan Jiyeon rasa tidak ada salahnya berbicara dengan Jongin.

Berhubung Jieun dan Minra satu kelas dengan Jiyeon jadi hanya Jieun dan Minra yang tahu sedangkan Sulli dan Eun Seul tidak tahu tentang kedekatan Jiyeon dan Jongin ini.

Minra dan Jieun awalnya kesal , namun mereka lama kelamaan bisa menerima kenyataan itu. Mereka tidak banyak berkomentar dan malah memusuhi Jiyeon.

Mereka kadang juga berbicara dengan Jongin , namun tidak sesering Jiyeon berbicara dengan Jongin.

Jiyeon dan Jongin selalu di ejek ‘JJ Couple’

Mereka dianggap pasangan yang pas.

Jiyeon bisa bernyanyi dengan sangat amat baik dan Jongin bisa bermain gitar , piano , drum.

“Jiyeon-ah , hari ini ada ulangan bahasa inggris. Apa rencanamu untuk menyontek kali ini ?” Tanya Jongin

“Hmm.. molla.”

“Bagaimana kau ini !”

“Gwenchana , sehabis ini kita akan ke ruang musik , jadi lupakan tentang ulangan bahasa inggris itu.”

Jiyeon sangat pandai menyanyi sedangkan Jongin , ia pandai bermain gitar , drum dan piano.

Jiyeon kini sedang menyanyi di hadapan murid – murid sekelasnya di ruang musik.

Tanpa sadar Jongin memperhatikannya.

“Park Jiyeon” gumam Kim Jongin pelan. Sedetik kemudian seulas senyum manis terukir di wajahnya.

Jiyeon tengah menulis catatan pelajaran matematikanya.

Saat ia mendongak sesuatu benar – benar membuatnya kaget.

Sebuah gambar hati dipegang Jongin tepat di depan mukanya.

“I– Ige mwoya…? Siapa yang menggambar ini ?” Tanya Jiyeon gelagapan.

“Hm ? Mollasseoyo. Aku tak tau siapa yang menggambar ini…” Jongin menghadap ke depan dan terdiam.

Sedangkan Jiyeon terdiam beberapa saat , berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.

‘Apa… dia baru saja menyatakan perasaannya…?’ Tanya Jiyeon dalam hati.

“Jiyeon-ah , nanti aku malam aku akan mengirimmu pesan !”

“Untuk apa ?”

“Sudahlah , pokoknya nanti malam aku akan mengirimu pesan ! Aku pulang !” Jongin mengacak rambut Jiyeon pelan.

“Ishh !” Jiyeon mendesis kesal.

Namun , sedetik kemudian pipinya berwarna merah padam.

-Jiyeon POV-

Sudah malam.

Katanya ia akan mengirimku pesan , namun sampai sekarang tidak ada pesan masuk di handphoneku.

‘BEEP’

Handphoneku berbunyi ! Sebuah pesan masuk !

From : Kim Jongin

Park Jiyeon , aku ingin memberi tahumu sesuatu. Tapi kau janji tak akan marah terhadapku , nae ?

Kim Jong In ! You successed make me curious right now !

To : Kim Jongin

Nae. Mwoya ? Apa hal itu penting ?

“Send !” Aku mengirim pesan balasanku.

1 menit kemudian ia membalas pesanku lagi.

From : Kim Jongin

Nan johaeyo. Maukah kau menjadi yeojachingu-ku ? Aku tau ini gila , di tambah lagi sebetulnya kita adalah musuh bebuyutan sejak lama , tapi aku serius ingin menjadi namjachingu-mu. Aku juga tidak menyngka bisa menyukai salah satu anggora dari geng yeoja freak. ㅋㅋㅋ

‘DEG’

Aku ternganga membaca pesannya.

Mengingat apa yang akan terjadi dengan persahabtanku kalau aku menerimanya.

Di sisi lain , aku menyukai Jongin.

Aku memutuskan untuk menelpon Minra , sahabat yang paling sering aku ajak bercerita.

“Minra.. ppali daedaphae !”

4x aku menelpon Minra , tapi tidak ada jawaban.

Sudah aku putuskan !

—-

-Author POV-

Jiyeon mengetik jawabannya kepada Jongin.

‘Nae , aku mau’

Kemudian ia menghapus lagi jawabannya.

‘Mian , Jongin-ah aku tidak bisa.’

Untuk kedua kalinya ia menghapus pesan balasannya.

“Aaaaa !!! Eotteohke ??!!!” Jiyeon terlihat frustasi.

Kalau hubunganku tidak ketahuan mungkin semuanya akan baik – baik saja.

‘Ya , aku mau. Tapi ada satu syarat !’

Send.

‘BEEP’

Handphoneku bergetar lagi.

Balasan dari Jongin.

From : Kim Jongin

‘Mwo ? Mengapa harus ada persyaratan ?’

To : Kim Jongin

‘Baiklah kalau begitu aku tidak jadi menerimamu.’

Jiyeon mengirim pesan balasannya dengan kesal.

Baru saja Jiyeon menarik nafas , pesan balasan masuk.

From : Kim Jongin

‘Baiklah , baiklah ! Apa persyaratannya ?’

To : Kim Jongin

‘Hubungan kita harus di rahasiakan. Jangan sampai ada yang tahu. Sekalipun itu sahabatmu , mereka tidak boleh tahu !’

From : Kim Jongin

‘Jadi… kita backstreet , begitu ? Geurae ! Aku setuju !’

Senyum mengembang di bibir Jiyeon.

Hari pertama menjadi sepasang kekasih menurut Jiyeon tidaklah mudah.

Canggung menyelimuti atmosfer di antara mereka berdua.

Tidak seperti biasa saat mereka masih menjadi teman biasa.

“Euh…” Jiyeon berusaha memulai bahan pembicaraan.

Tapi , sepertinya ia nampak bingung mau membicarakan apa.

“Apa , Park Jiyeon ?”

Jongin mulai bersikap seperti biasa.

‘Aku tidak boleh canggung lagi !’

“Hari ini ambil nilai dance , kau sudah siap ?” Tanya Jiyeon tersenyum.

“Tentu ! Bagaimana denganmu ?”

“Apalagi aku , aku sangat amat siap ! Hehe” Jiyeon tertawa kecil.

“EHEM !” Jieun berdehem melihat Jiyeon dan Jongin.

“Mwoya ?!” Jiyeon gelagapan.

“Anni , hanya saja aku jadi iri melihat kalian berdua. Aku pergi ke ruang dance dulu , annyeong. Ayo Minra !”

Jiyeon menghela napas sambil melihat ke arah Jongin.

“Kajja !” Jongin bangkit dari tempat duduk dan berjalan keluar kelas menuju ruang dance.

Jiyeon berlari kecil ke arah Jongin dan berjalan di sampingnya.

Tanpa sadar ada sepasang mata melihat kedekatan mereka.

—-

Jam istirahat tiba.

Seperti biasa Jiyeon duduk bersama dengan sahabat – sahabatnya.

“Apa maksudmu dekat – dekat dengan Jongin , Jiyeon ?”

‘DEG’

Pertanyaan Eun Sul seperti duri bunga mawar yang menohok hati Jiyeon , berakar , dan berhasil membuat detak jantung Jiyeon berdetak 200x lebih cepat dari biasanya.

“Nae…?”

“Kau tidak usah berbohong padaku Park Jiyeon.”

Jiyeon melirik ke aran Minra dan Jieun.

Mereka menggelengkan kepala mereka mengisyaratkan bahwa mereka tidak memberi tahu Eun Seul.

“Aku melihatmu berjalan bersama Jongin saat tadi akan pergi ke ruang dance. Tidak mungkinkan mataku yang salah lihat.”

“Aku bisa jelaskan , Eun Seul-ah..”

“Kalau kau sudah berpacaran dengannya , tolong putuskan hubunganmu dengannya.”

Eun Seul bangkit dari posisi duduknya diikuti dengan Sulli yang juga kesal terhadap Jiyeon.

Minra dan Jieun mendekat ke arah Jiyeon dan mengelus pundaknya , berharap bisa membuat Jiyeon tenang.

“Gumawo , Minra… Jieun…”

—-

-Jiyeon POV-

Aku tidak menyangka akan menjadi seberat ini.

Eun Seul marah terhadapku. Begitu juga Sulli.

Aku tahu , Jongin dulu pernah salah terhadap mereka. Tapi , kita sama – sama sudah bukan anak – anak lagi.

Semuanya bisa diselesaikan dengan cara baik – baik.

Dan seingatku , Jongin juga sudah pernah minta maaf.

Aku tidak pernah merencanakan untuk menyukai Jongin , begitupun juga dia.

Apa salah kalau aku menyukai Jongin ?

Aku merasa hakku sudah dirampas.

Disisi lain aku marah , kesal terhadap Eun Seul.

Tapi aku sangat menyayanginya.

‘BEEP’

Tiba – tiba handphoneku berbunyi.

Satu pesan baru masuk.

From : Kim Jongin

Hey

Aku menghela napas lalu membalas pesannya.

To : Kim Jongin

Wae , Jonginnie ?

Send.

Tak lama balasanpun masuk.

Kami mulai bercerita tentang hal – hal yang kami alami.

Aku juga menceritakan perasaanku saat Eun Seul tahu hubungan kami.

Jongin merasa bersalah.

From : Kim Jongin

Seharusnya dari awal aku tidak pernah menyukaimu pasti semuanya tidak akan seperti ini.

To : Kim Jongin

Jangan selalu menyalahkan dirimu

Ah… eotteohke ?

Sudah 2 minggu lebih aku menjadi yeojachingu Kim Jongin.

Sulli mencoba mengerti keadaanku dan memilih tidak terlalu ikut campur dengan masalahku.

Eun Seul bersikap seperti biasa terhadapku , namun ia belum mau menerima fakta kalau aku adalah yeojachingu Kim Jongin.

Minra baru – baru ini juga memiliki seorang pacar , Luhan namanya.

Aku lihat Luhan anak yang baik.

Luhan merupakan teman dekat Jongin , dan berkat Jongin juga kini Minra dan Luhan bisa menjadi sepasang kekasih.

Sulli sedang dekat dengan sunbae kelas SMA 3.

Sedangkan hubunganku dengan Jongin terus menerima tolakkan dari Eun Seul.

Aku mengalami stress berat dan akhirnya aku terkena anemia juga terserang virus.

Namun aku cepat mendapat penanganan dokter sehingga aku kembali sehat walau belum begitu baik.

Eun Seul tetap gencar menyuruhku putus dengan Jongin.

Jongin juga merasa khawatir terhadap kondisiku yang menurun akibat permasalahan ini.

Bisakkah aku mendapatkan hakku ?

Aku juga ingin memiliki sosok namja yang ada di sampingku.

Apa boleh buat. Eun Seul tidak setuju.

Menginjak hampir 3 minggu hubunganku dengan Jongin.

Tepatnya itu hari Minggu.

From : Kim Jongin

Jiyeon, lebih baik kita berteman saja’

‘DEG’

6 kata dari pesan yang dikirim Jongin berhasil membuat air mataku jatuh.

Aku tidak bisa memutuskan Jongin secepat ini.

1 bulan saja tidak sampai.

To : Kim Jongin

Wae ?

‘BEEP’

Handphoneku bergetar kembali.

From : Kim Jongin

‘ Aku pikir ini yang terbaik. Aku juga lelah mendapat cercaan dari sahabatmu. Aku melakukan ini supaya kau tidak sakit lagi. Memang dari awal harusnya aku tahu kalau aku tidak boleh dekat denganmu.’

Aku menangis dengan keras di dalam kamarku.

Apa Eun Seul tidak sadar kalau ia keterlaluan ?

Apa ia tidak sadar kalau ia sudah menyakiti hati 3 orang yaitu aku , Yura , dan Jongin ?

Sekarang aku tahu rasanya di posisi Yura.

Berpisah dengan orang yang ia sayangi.

To : Kim Jongin

Andwae. Jongin , jeongsincharyeo ! Ini bukan yang terbaik ! Harusnya kita mempertahankan hubungan kita, yang menjalani hubungan ini kan kita bukan orang lain. Jangan dengan gampang kau bilang ingin putus tanpa memikirkan bagaimana rasanya berada di posisiku.

Aku mengirim pesan balasanku.

1 menit , Jongin tak kunjung membalas pesanku.

5 menit.

10 menit.

15 menit.

20 menit.

Nihil.

Ia tidak menjawab.

To : Kim Jongin

‘Nae , aku setuju. Let’s break up. Terima kasih untuk hampir 3 minggu ini. Saranghae.’

Send.

3 minggu rasanya sungguh cepat. Sangat cepat. Amat cepat.

Keeseokan harinya aku masuk sekolah aku masih canggung melihatnya.

Aku pindah tempat dudukku. Berusaha untuk menghindarinya.

Aku menceritakan semuanya kepada Minra dan Jieun.

Mereka merasa kasihan kepadaku.

“Jiyeon-ah , kami masih ada disini untukmu. Tenang saja.” Ucap Minra.

“Kami akan membuatmu melupakan Jongin !” Timpal Jieun bersemangat.

“Gumawo, chinguya !” Aku memeluk mereka berdua.

—-

“Eun Seul , aku sudah putus dengan Jongin.” Ucapku padanya sambil tersenyum tipis.

“MWO ?!!! YEAYYY !! JIYEON-AH SARANGHAE !! Aku sangat senang !”

Sebegitu senangnya reaksinya saat aku putus dengan Jongin.

Kau tidak sadarkan kalau aku sekarang sakit hati , EunSeul-ah.

Tapi ini semua aku lakukan supaya persahabatan kita tidak rusak.

Minra , Sulli , Jieun , Eun Seul ! Aku menyayangi kalian lebih dari yang apa yang pikirkan !

—-

4 tahun kemudian.

Aku sudah kuliah.

Jongin ?

Tentu aku masih terus memikirkannya.

Entahlah , mungkin karena ia merupakan ‘first love’ ku atau mungkin aku memang benar – benar menyukainya.

Aku sedang melepas penatku di sebuah cafe dekat dengan tempat kuliahku.

Aku meminum coffe sambil melihat ke arah luar jendela , terkadang tersenyum sendiri melihat beberapa anak kecil bermain bersama.

“Mereka sangat lucukan ?”

Suara seorang namja mengagetkanku.

‘DEG’

“Jongin ? Kim Jongin ?”

Ia menganggukan kepalanya.

“Sudah lama tidak bertemu sekarang kau sudah makin tinggi ya.” Kataku kepadanya.

“Kau juga.”

“Kau juga kuliah disini ?”

“Anni , aku tadi tidak sengaja melihatmu memasuki cafe ini. Jadi , aku menyusulmu.”

“Sebegitu inginnya melihatku ? Hahaha” gurauku.

“Ya… mungkin.”

“Aku hanya bercanda kok.” Ucapku sambil meminum kopi yang aku pesan.

“Bagaimana kabar sahabat – sahabatmu ?”

“Ya , kami masih bersahabat. Minra juga masih berpacaran dengan Luhan.” Jawabku tersenyum cerah ke arahnya.

Ia terdiam sambil menatap kosong ke arah luar jendela.

Aku menatapnya lekat.

“Maukah kau… menjadi namjachinguku hanya untuk 1 hari ini saja?” Pertanyaanku berhasil membuatnya tersentak dan mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Mwo…? Kau serius ?” Tanyanya ragu.

“Eum,” aku menganggukan kepalaku.

“Baiklah ! Ayo kita kencan !”

Jongin bangkit dan menarik tanganku.

“Hari ini kita akan kencan ke… Lotte World !” Ucapnya semangat.

Senyum mulai tergambar di bibirku.

“Kajja !”

—-

Aku mengikuti langkah kakinya.

Kami bermain beberapa wahana di Lotte World.

Ia terus menggandeng tanganku.

Aku senang.

“Kau mau es krim ?”

“Nae !!” Ucapku semangat.

“Gidaryeo ! Aku akan membeli es krim dulu !”

Jongin pergi membeli es krim.

Mataku menjelajah seisi Lotte World ini.

Dan…

Bukankah itu Eun Seul dan… tunggu ! Ia adalah musuh bebuyutan Eun Seul sejak SMA juga kan ?!

Tunggu.

Apakah ini masuk akal ?

Mungkin aku salah lihat kan ?!

Aku kembali berusaha melihat kedua sosok yang sedang bermesraan itu.

Tidak salah lagi.

Itu Eun Seul dan musuh bebuyutannya.

Aku tidak menyangka…

“Jiyeon-ah , igeo !” Jongin kini berdiri di depanku membawa 2 es krim.

“Gumawoyo !” Aku menjilat es krimku sambil menatap tajam ke arah Eun Seul dan pacarnya itu.

“Jiyeon-ah…”

“Nae ?”

“Bagaimana kalau kita mengulang kisah kita kembali ? Kita sudah dewasa. Kita punya pilihan hidup masing – masingkan…”

“Nae , aku mau menjadi yeojachingumu untuk yang ke 2 kalinya” jawabku sambil tersenyum manis ke arahnya.

“Gumawo…”

Jongin kemudian memelukku menjatuhkan es krim yang ada di tanganku , begitu juga dengan es krimnya yang jatuh.

“Ya ! Es krim kita jatuh !”

“Biarkan saja.” Ia mempererat pelukannya.

“Saranghae.” Ungkapnya

“Nado…”
—-

Kemarin adalah hari yang sangat menyenangkan bersama Jongin.

Aku bertukar nomor handphone lagi.

Kami banyak bercerita.

Jongin juga mengaku masih menyukaiku.

Dan begitu juga aku.

Kami memilih untuk memulai kembali kisah kami.

Tanpa kekangan dan tanpa ditutup – tutupi.

Hari ini Jongin menjemputku saat pulang kuliah.

“Aku pulang dulu ya semuanya !”

“Tunggu , Jiyeon aku ikut denganmu !” Eun Seul menahanku.

“Mianhaeyo , Eun Seul-ah. Aku hari ini pulang dengan Jongin.”

“MWO ?! NEO MICHEOSSEO ?!”

“Justru aku yang harusnya berkata seperti itu Cha Eun Seul ! Kemarin kau dan pacarmu yang notabenenya musuh bebuyutanmu semasa kita SMA itu berada di Lotte World bukan ? Aigoo… Aku iri.”

“Benarkah itu Eun Seul ?!” Minra tampak tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Eun Seul.

“Eun Seul , kau tega sekali… Bahkan dulu kau merusak hubungan Jiyeon dan Jongin hanya karena kau membenci Jongin. Sekarang kau justru juga melakukan hal yang kau tolak. Jeongsincharyeo !” Omel Jieun.

“Eun Seul aku tidak menyangka…” Sulli menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah Eun Seul.

“Sudahlah , Jieun , Minra, Sulli. Tidak usah diperpanjang. Namanya ini ‘cinta’ , cinta bisa datang kapan saja dan cinta bisa hadir diantara 2 orang yang kalian pikir mungkin tidak mungkin bisa menjadi sepasang kekasih. Tapi inilah kenyataanya. Eun Seul , gwenchana , aku mengerti perasaanmu. Tapi , perlakuanmu dulu itu salah. Hmm , baiklah Naega ganda ! Annyeong !”

“Nae , hati – hati !” Tanggap Minra

Sedangkan Eun Seul berdiri dengan kepala tertunduk.

—-

Kini aku sudah dewasa.

Aku berpikir , sebagai sahabat kita punya batasan masing – masing.

Kita harus tau ada garis batas. Dimana sebagai seorang sahabat kita hanya perlu untuk menasehati sahabat kita jangan sampai salah pilih. Tapi tidak ada hak untuk melarangnya.

Jika sahabat kita yakin akan apa yang ia pilih itu benar baik buat dirinya , kita hanya perlu membiarkannya dan percaya kalau ia pasti memilih yang terbaik.

Namun , kalau sewaktu – waktu ia ‘jatuh’ , ia sadar kalau ia salah , kita hanya perlu menasehatinya dan mulai mengajaknya bangkit.

-THE END-

Advertisements

16 Comments

  1. wah amanahnya bagus tuh ☺
    kesel bgt ama eunsul… pingin ku jambak” nih yeoja!!! kupikir dia ngelarang” sahabatnya deket jongin tuh krn dia sendiri suka ama jongin, tp gengsi. ternyata emg murni krn jongin musuh dia. keterlaluan bgt!
    knp jongin jd musuh eunsul? itu yg kurang jelas akar penjelasannya. gpp juga sih gk penting” amat keke
    ff lainnya di lanjut dong

  2. yeay kaiyeon akhirnya bersatu kembali..sempet kesel sama sahabat jiyi yg terlalu ngatur2 itu.emg pny masalah ap sh sama kai sampe sebegitu bencinya mpe jiyi jd korban zzz. kurang greget sweet momen kaiyeon pas balikan nh kkk. but nice oneshoot ^^

  3. eun seul nya egois banget tapi untungnya sudah sadar meski diakir2 doang haha dan untungnya jiyeon&kai bisa balik lagi..namanya cinta jg ga bisa lari jaoh2 haha…
    tapi momment KaiYeon nya kurang sih hehe >>
    tapi udah keren FF nya hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s