[TRIPLE-SHOOT Special] Cinderella Metropolitan

req-cinderella-metropolitan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author : iamlittlejiyeon

Title : Cinderella Metropolitan

Genre/Type : Sad , romance , heartbroken.

Main Cast :

Park Jiyeon
Kris Wu
Choi Minho
Bae Suzy

Oth Cast :

Choi Sulli


Annyeong ! Berdasarkan hasil vote yang udah aku adakan beberapa waktu lalu , ternyata banyak yang ngebet banget mau Cinderella Metropolitan. Gumawo yang uda vote yaaa ♡
Oke deh , langsung aja ya ke cerita oneshoot spesial inii ♡ semoga kalian sukaa !

-Author POV-

‘Hoammm…’

Suara menguap seorang yeoja yang menandakan ia baru bangun.

Saat itu masih subuh.

Namun , inilah hal yang harus ia lakukan tiap harinya.

Keadaan yeoja cantik ini sangat memprihatinkan.

Bajunya lusuh.

Kamarnya kecil , berantakan.

Bahkan kamarnya bisa saja disebut gudang.

Memang gudang sebetulnya.

Ia menggerakan tangannya mengambil sesuatu di bawah bantalnya.

Foto seorang lelaki paruh baya.

“Appa… bogoshipda…” ucap yeoja ini.

Air mukanya menggambarkan kesedihan.

Setelah beberapa detik memandangi foto itu , ia bergegas menuju kamar mandi.

Seusai mandi ia memakai seragam kerjanya.

Ia menyantumkan sebuah name-tag di kemeja kerjanya.

‘박 지연'(Park Jiyeon)
—-

“PARK JIYEON !!! KESINI CEPATTTT !!”

“Nae eommeonim !”

Jiyeon saat itu tengah mencuci piring kotor.

Ia bekerja di sebuah restoran milik ibu tirinya , Ny. Bae .

Sebelum appanya meninggal , cafe itu milik appanya. Namun ibu tirinya merampas hak milik cafe itu yang seharusnya menjadi milik Jiyeon.

“Ishh… meongcheongi ! Kau bekerja tidak becus ! Lihat sana banyak pengunjung datang hari ini ! Jangan hanya di dapur saja !”

“Nae , jeoseonghamnida eommonim…”

Ia menundukan kepalanya.

“Kenapa lagi si jelek ini eomma ?”

Seorang yeoja cantik kemudian datang dan ikut ‘memanaskan’ situasi saat ini.

“Dia bekerja begitu lalai ! Tidak seperti mu , anak eomma yang paling rajin , geuchi ??”

Ny. Bae memanjakan anak semata wayangnya ini.

“Aissh geuraee ! Aku lebih rajin , lebih cantik , lebih populer , aku lebih baik darinya dalam segala aspek eomma !”

“Aigoo , uri Suzy..” Ny. Bae kemudian memeluk anaknya ini.

“Sana cepat kerja PEMALAS” ucap Suzy dengan penekanan nada pada kata ‘pemalas’.

“Nae , algesseumnida..”

Jiyeon membalikkan badannya dan beranjak meninggalkan 2 orang yang berhasil menghancurkan masa depannya itu.

Ia diperlakukan layaknya seorang pembantu.

“Jiyeon-ah !” Seorang pekerja memanggilnya.

“Antarkan pesanan ini ke meja 5 , nae ?!”

“Nae !”

Jiyeon dengan sigap dan telaten membawa beberapa pesanan ke meja nomor 5.

Tiba – tiba Suzy datang dan sepertinya ia mempunyai ide ‘briliant’ , yah tentu untuk mencelakai Jiyeon.

Sebelum Jiyeon datang ia duduk di dekat meja nomor 5 lalu merentangkan kakinya ke arah jalan.

‘GUBRAK’

“Arghh !!”

“Aghh !”

Jiyeon terjatuh dan ‘berhasil’ menumpahkan seluruh pesanan itu ke baju pelanggan yang duduk di meja nomor 5.

Tangan kiri Jiyeon berdarah akibat terkena pecahan beling dari segelas kopi yang di pesan oleh pelanggan ini.

Jiyeon dengan segera berdiri diikuti dengan Suzy.

“YA ! KERJA YANG BENAR SEDIKIT , BISA TIDAK ?! LIHAT KARENA KELAKUANMU PELANGGAN KITA JADI BEGINI !”

“Aghh.. jeoseonghamnida !!! Jeoseonghamnida !!!” Ucap Jiyeon sambil membungkuk berkali – kali.

Tidak memperdulikan darah yang keluar dari tangannya semakin banyak.

Ia tahu pasti sehabis ini ia mendapat omelan dari ibu tirinya itu.

“Agasshi , Aku tahu kau yang melakukannya…”

Namja pelanggan yang duduk di meja nomor 5 angkat bicara.

‘Eoh..? Aku ? Ya memang aku yang melakukannya… apa ia tidak tahu ?’ Tanya Jiyeon dalam hati.

Ia segera mendongak dan mendapati namja ini tengah berdiri sambil menatap Suzy.

Tampan ? Ya , sangat tampan.

Postur tubuhnya bagus.

“Kau tidak perlu meminta maaf karena ini bukan salahmu.” Ucap namja itu sambil tersenyum tipis kepada Jiyeon.

‘DEG’

‘I..ia… tersenyum ?! Padaku ?!’ Ungkap Jiyeon dalam hati.

“Kalau kau membencinya , jangan melakukan hal yang konyol dan malah merugikan pihak lain.”
Setelah mengucapkan kalimat itu kepada Suzy , namja ini menarik tangan kanan Jiyeon.

—-
-Jiyeon POV-

Apa ini mimpi ?!

Aku tidak dimarahi oleh namja ini?!

Wuaaahh !!

Ini pertama kalinya aku tidak mendapat omelan !

Namun , siapa namja ini ?

“Cheogiyo…”

Namja ini tidak menghiraukan panggilanku.

Ia hanya berjalan lurus sambil menggandeng tanganku seperti ini.

Aku tak tahu ia membawaku kemana.

Ternyata ia membawaku ke klinik terdekat.

Tanganku terluka cukup parah akibat pecahan beling tadi.

“Ah.. itu… eumh.. gumawo…” ucapku kepada namja ini.

Ia menoleh kearahku dan tersenyum. LAGI.

“Gwenchanha,”

“Cheo.. cheogiyeo… bajumu sangat kotor akibat tumpahan makanan serta kopi tadi… jeoseonghamnida , aku akan ganti rugi !”

“Ah.. yang tadi itu bukan salahmu. Yeoja itu yang melakukannya.”

“Mwo ? Yeoja yang mana ?”

“Yeoja yang memarahimu tadi.”

‘DEG’

Suzy ?

“Wae ? Mengapa ia disalahkan ? Jelas – jelas aku yang ceroboh..”

“Kau tadi tersandung kakinya , aku yakin ia melakukannya dengan sengaja.” Tanggap namja ini serius.

Suzy… kau sungguh keterlaluan.

“Ah kenalkan namaku , Wu Yi Fan namun biasanya orang – ornag memanggilku Kris.”

“Eo… nae , kenalkan namaku–”

“Park Jiyeon”

“Eh!? Mengapa kau bisa tahu namaku ?”

Kris mengarahkan matanya ke name-tagku.

“Akh.. hahaha. Geurae, nae ! Joneun Park Jiyeon-imnida ! Manasseo bangaweoyo !”

“Kalau dilihat – lihat, kau manis juga. Hahaha”

Ia tertawa kecil.

‘DEG’

Dia bilang aku manis ?!

Aku ?!

Manis ?!

“Gumawoyo..” ungkapku malu.

Hening.

Tidak ada yang mulai bicara.

Aku menatap ke arah jam yang terletak di dinding klinik ini.

Jam 8 malam ?!!

“ANDWAE !! AKU HARUS PULANG!!” Teriak Jiyeon kaget.

“Naega ganda , Kris-ssi !”

“Biarku antar.”

“Gwaenchanayo ?” Tanyaku ragu.

“Gwenchana”

Aku baru saja pulang ke rumah.

Restaurant sudah tutup. Aneh.

Dan tumben sekali rumah sudah gelap.

Eomma dan Suzy sepertinya sudah tidur.

Aku masuk ke rumah agak mengendap – ngendap

“Park Jiyeon , eodiga ?”

‘DEG’

Jugeul-e… (mati aku)

Aku mendengar suara eommonim tepat di belakangku.

Tiba – tiba lampu menyala.

Aku membalikkan badanku perlahan.

‘PLAKK’

Tamparan keras mendarat di pipi kananku.

Aku hanya menunduk.

“Kau , berani – beraninya memarahi anakku ?! NEO MICHEOSSEO ?! Neo nappeun neom !”

“Anni , eommonim !”

“Eomma dia bohong , jelas – jelas ia memarahiku !”

Tiba – tiba Suzy muncul.

Tsk , ige mwoya ?

“Mana mungkin aku berani untuk memarahimu , Suzy ?!” tanyaku

“Geurae , jadi kini kau punya pelindung ?”

“MWO ?! Nugu ?” aku kaget sendiri dengan pernyataan Suzy tadi.

Ia hanya mengangkat sebelah alisnya.

Ah ! Geu namja ?!

“Namja yang tadi ? Anni , dia bukan siapa – siapa.”

“Jinjja ? Kalau ia bukan siapa – siapa , mengapa ia bisa menarik tanganmu dan membawamu pergi ?”

“Ah , itu.. Ia ingin mengobati lukaku ini.”

Aku menunjukan tanganku yang diperban.

“Aigoo.. uri Jiyeonnie.. kau terluka ya ?” Suzy berjalan mendekat sambil menatapku sinis.

Aku punya firasat buruk..

Apa yang akan ia lakukan sekarang ?

“Mwonde…?”

Aku perlahan berjalan mundur.

Namun ,

‘GREB’

Ia menarik tanganku yang diperban.

“Appeun ?”

Ia menggegam tanganku makin erat.

“Argh!”

Ia menguatkan genggaman tangannya.

“Appeun ?!”

Ia bertanya dengan suara makin keras.

Suzy menatapku tajam.

Sedangkan eommonim ? Dia hanya tersenyum sinis kepadaku.

Kurasa mereka berdua psikopat.

Tidak kusadari tanganku yang diperban sudah penuh darah.

Lukaku terbuka lagi.

Aku menahan rasa sakit ini dan balik menatap Suzy dengan penuh amarah.

Setiap orang punya batas kesabaran.

Begitu juga denganku.

Akhirnya Suzy melepaskan genggaman tangannya dan pergi bersama eommanya.

Lama – lama rasa perihnya mulai terasa , namun aku menahan rasa perih ini dengan sekuat tenaga.

Aku berjalan ke arah kamarku.

‘TES’

Aku menangis.

“Appa.. Mengapa kau meninggalkanku secepat ini… Aku masih butuh appa…”

‘BRAK’

Aku menutup pintu kamarku dengan kasar.

Aku mengambil tasku.

Mengambil seluruh bajuku , baju seragam sekolahku , buku – buku sekolah , dan mengambil segala surat – surat penting yang appa titipkan dulu.

Tak lupa aku mengambil foto ayahku yang aku simpan di bawah bantalku.

“Aku harus berusaha sendiri mulai sekarang !”

Kemudian aku memandang foto ayahku.

“Appa , kau dukung aku kan ?”

Aku diam – diam keluar dari rumah.

Sudah cukup semua yang mereka lakukan , aku akan membalas 2 perusak masa depanku itu.

Kini aku sedang berjalan tak tentu arah , aku ingin menemukan sebuah kontrakan yang kecil namun setidaknya layak untukku tinggali.

‘BEEP!’

Suara sebuah motor membunyikan klaksonnya.

Aku melihat ke arah pengendara motor itu.

Siapa yang mengendarai motor itu ?

Kini ia tepat berhenti di sampingku.

“Annyeong !”

Ia membuka helmnya.

‘DEG’

“Mi…Minho sunbaenim.. ?”

“Wae ? Kau kaget ?”

jawabnya sambil tersenyum padaku.

Pipiku panas aishh…

Minho sunbae adalah kakak kelasku.

Sudah sejak lama aku menyukainya.

Dan , Suzy juga menyukainya.

Namun , ia hanya menganggapku sebagai seorang adik kelas.

“Kau mengapa membawa tas sebesar itu ? Dan.. mengapa tanganmu berdarah seperti itu ?!!”

“Ahh.. itu.. A.. Aku pindah kontrakan. Kalau ini… ini… tanganku berdarah karena… tadi ada kecelakaan kecil ! Ya , kecelakaan kecil !”

Yah…

Semua murid di sekolahku tau kalau aku ‘tinggal di kontrakan’.

Sebetulnya tidak.

Aku tinggal bersama dengan 2 psikopat itu.

Namun , kalian pasti tahu , Suzy tidak mau orang – orang tau kalau aku adalah saudara tirinya.

“Mwo ?! Mengapa kau pindah malam – malam ?”

“Iya… karena.. rumah kontrakanku sudah di beli seseorang dan aku baru di beritahu ahjumma pemilik kontrakanku.”

“Ah.. arraseo. Kalau kau tidak keberatan , bagaimana kalau aku menemanimu mencari kontrakan baru ? Tapi sebelumnya ayo kita ke klinik untuk mengobati tanganmu itu.”

“Minho sunbaenim ! Seharusnya kau yang keberatan , apalagi ini sudah malam. Kau pasti akan pulang ke rumah dan masih punya kegiatan lain.”

“Anni , gwenchana. Ayo naik ke motorku.”

“Kau serius..?”

“Tentu saja ! Ayo naik !”

“Gamsahabnida , Minho sunbaenim !!”

—–

Akhirnya tanganku terobati.

Beruntungnya lagi ,aku mendapatkan kontrakan yang harganya terjangkau namun layak untukku tinggali.

“Neomu neomu gamsahabnida , Minho sunbaenim !”

“Nae , Jiyeon-ssi. Kalau begitu aku pulang dulu , jaljayo !”

“Eum !”

Minho sunbaenim mengendarai motornya menjauh dari jangkauan mataku.

Ia sangat baik.

Ia benar – benar menemaniku dan mengantarku mencari kontrakan baru.

Seandainya aku menjadi yeojachingunya.

Aku masuk kedalam rumah kontrakkanku dan membereskan barang – barangku.

—-

-Author POV-

-Next day-

Kini Jiyeon tengah berjalan menuju sekolahnya.

Wajahnya nampak ‘kusut’.

Kurang tidur.

Ia kurang tidur.

“Annyeonghaseyo , Park Jiyeon.”

Suara seorang namja menyapanya dari belakang.

Jiyeon segera menghadap ke belakang.

‘DEG’

“K..Kris-ssi ?”

“Bingo !”

Kris berjalan ke arah Jiyeon sambil tersenyum penuh arti.

Sedangkan Jiyeon sedang melihat penampilan Kris dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Kris memakai seragam sekolah yang sama dengan Jiyeon.

“Ayo kita berangkat ke sekolah bersama. Eottae ?”

“Kau.. juga bersekolah di sekolahku ?”

“Geurae ! Kajja !”

Kris merangkul Jiyeon dan mereka akhirnya berjalan bersama menuju sekolah.

Dari awal Kris melihat Jiyeon , ia merasakan ada yang aneh dengan perasaanya.

Ini baru pertama kalinya ia rasakan.

—-

Kris adalah murid pindahan dari China.

Hari pertama Kris masuk sekolah , para gadis yang ada di sekolah sangat histeris ditambah lagi melihat Kris merangkul Jiyeon.

“Ehmm.. Kris-ssi , apa kau bisa melepas rangkulanmu..?” Tanyaku ragu.

Dia memperketat rangkulannya.

“Shirreo !”

Jiyeon menghela napas kecil dan menundukkan kepalanya.

Sejujurnya ia sangat malu diperlakukan seperti ini oleh Kris.

“Annyeonghaseyo , Park Jiyeon !”

Tunggu…

Ini…

Suara…

MINHO SUNBAENIM ?!

Jeongmall-o , jugulle…

Aku melepas rangkulan tangan Kris dengan gesit kemudian mencari dimana sosok Minho sunbae.

“Annyeonghaseyo , Minho sunbaenim !” Aku membungkuk berkali – kali ke arahnya.

“Wae irae , Jiyeon-ah ? Ini teman barumu ?”

“Kenalkan , aku namjachingu Jiyeon !” Kris langsung merangkulku.

Minho sunbae kaget.

Apalagi aku ?!

“EONJE ?! KAPAN AKU MENJADI PACARMU ?!” Refleksku.

“Waa ! Chukkae , Jiyeonnie ! Kalau begitu aku masuk ke dalam kelasku dulu , annyeong !”

“A– ah… tunggu–”

Minho berjalan menuju kelasnya.

Jiyeon menatap tajam ke arah Kris.

“Wae ?! Mulai sekarang kau adalah yeojachinguku ! Kajja ke kelas !”

“MWO ?!”

Kris menarik tangan Jiyeon.

“Aish ! Jinjja michigesseo !”

Aku tidak pernah berpikir dan membayangkan kalau Kris bisa menjadi orang yang segila ini.

Dari tampangnya… ia jelas terlihat amat cool.

Namun , hari ini. Kelakuannya telah terbongkar !

Heull…

Sekarang sudah dan jam istirahat ,aku duduk di dalam kelas bersama dengan sahabatku , Sulli.

‘GREB’

‘BRAK !’

‘BRUK !’

Seseorang menarik lenganku dengan kasarnya.

Kaki , lututku terbentur meja berkali – kali.

Suzy.

“YA ! Lepaskan !” Ucapku mencoba melawan.

Ia tetap menyeretku entah kemana.

“BAE SUZY ! NEO MICHEOSSEO ?!”

Ia diam dan tetap menarikku.

Ia membawaku ke dalam toilet myrid perempuan dan mengguyurku dengan seember air.

“AH !”

“Siapa yang menyuruhmu kabur dari rumah ?!”

“Apa itu urusanmu hah ?!” Tantangku.

“Terserah jika kau ingin pindah ! Terserah ! Tapi mana berkas – berkas penting dari ayahmu itu ?!”

“Tch… kau pikir aku akan menyerahkannya padamu dan ibumu itu ? Anni , aku akan memperjuangkan hakku sebagai pewaris tetap harta ayahku !”

“Geumanhae !” Suara Kris menggema di depan pintu toilet.

“Neo micheosseo ,Bae Suzy ?! Ini sekolah ! Tanpa tahu malu kau menyiksa orang lain ?! Psikopat !” Geram Kris.

“Ya ! Coba ulangi kata terakhir ucapanmu !”

“PSIKOPAT!” Teriak Kris.

Suzy terdiam.

Kris dengan cekatan menarik tanganku.

—-

Kris membawaku ke UKS.

Lututku berdarah.

Kemarin , tanganku luka dan harus di perban, dan sekarang lututku harus mengalami nasib yang sama.

Terlebih lagi sekarang aku basah kuyup.

“Gwenchana ?” Tanya Kris sambil mengobati luka di lututku.

“An-gwenchana…” jawabku sambil menggigit bibir bawahku , menahan sakit.

“Bagaimana caranya ia bisa menyiksamu seperti itu sih ?! Aku benar – benar tidak habis pikir.”

“Molla… Seandainya aku memiliki namjachingu , pasti ia akan melindungiku. Aigoo” ucapku.

“Mwo ?! Namjachingu ?! Jadi kau anggap aku apa ?!”

Kris mendongakkan kepalanya melihat ke arahku.

—-

-Author POV-

“Teman. Sejak kapan kau menjadi namjachingku ?” Tanya Jiyeon tak peduli.

Kris menatap ke arah Jiyeon dengan serius.

Ia berhenti mengobati luka Jiyeon.

“Y..ya… wae irae ?”

Kris berangsur – angsur berdiri.

“Y…ya !”

Kris mendekatkan wajahnya ke arah Jiyeon.

Jiyeon memejamkan matanya.

‘Eotteohke ?!!’ Tanya Jiyeon dalam hati.

Sudah cukup lama ia memejamkan matanya , namun tidak ada yang terjadi.

Ia membuka matanya.

‘DEG’

Kris hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

Kris menatap mata indah Jiyeon yang terbuka lebar karena kaget.

Ia tersenyum kecil.

“Nan…”

Jiyeon rasanya sukar untuk menelan ludah.

“Nan johaeyo.”

‘CHU’

Kris mencium bibir Jiyeon sekilas.

Jiyeon terperangah , ia sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya.

Kris hanya tersenyum kecil sambil kembali mengobati luka Jiyeon.

Tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka dari ambang pintu.

Sosok ini mengepalkan tangannya dengan keras.

“Kris Wu…” ucap sosok ini dengan pelan.

-TO BE CONTINUE-

Gimana semuanya ?
Kurang bagus ya ?
Awalnya aku mau bikin oneshoot tapi aku lagi dapet banyak inspirasi makanya aku bikin 3shoot.
Semoga kalian suka deh !
Maaf ya kalau kurang memuaskan dan jelek kk :p

DON’T FORGET TO COMMENT

Advertisements

38 Comments

  1. Ahhhh kris pssangannya jiyeon ..
    Sempet galau .karena .knp di pasangkan kedua cowok yg ganteng2 beud … kan bingung mlih yg mana .huhu .
    Tpi kris ajah gpp deh . Soalnya feelnya dpt karakter dia dsni .heeee

  2. wah nasib jiyeon kasihan banget, mana suzi bener2 nyebelin fuf haha untung ada Kris yang belain jiyeon ..
    arghh… Kris gue suka gaya loe haha…
    Next chingu hehe keren FF nya haha…
    jangan lama2 yah & panjangin lagi haha ditunggu haha…

  3. aghh,, suka bgt karakter kris cucok ama face dia 😀
    nasib jiyeon beneran kyk cinderella bahkan lebih parah cinderalla jaman sekarang yg harus dpt siksaan fisik kek gitu u.u
    seneng bgt ama ceritanya, but next part panjangin dong thor hehehe biar lebih puas xD

  4. uaaaa..
    uaaaaa..
    uaaaaaa..

    lanjut..lanjutt..lanjuttt…
    krisppa gantleman bgt, romantis bgt ke jieon, auhhh neomu joha 🙂

    siapa yg ngintip itu hayooo.. awas bintitan loh, ngintipin org lg kissue xp
    hahaha xD

    lanjutan’a jgn lama” ya eon x)

    HWAITTTIIINNNGGG XD

  5. wuaaa… ini ff yang aku tunggu-tungguuu >w<
    akhirnya di publish… aaaaaaaaa #seneng (?)
    suzy sama emaknya jahat banget -..- kesel baca yang ada merekanya… kasian kan jiyinya…
    itu kris… pas awal-awal kirain tipenya kalem, dewasa… eh taunya… hahahahaa 'jadi kau anggap aku apa?!'… kepedean banget sampe ngaku-ngakuin jiyeon yeojachingunya… tapi suka X3
    terus feel aku itu yang ngeliat si minho ya (?) *sotoy
    nah loh… ni MinJi apa KrisYeon…
    tapi milih krisyeon dooong XD

  6. Waahhhh lama ga mampir ternyata udh banyak FF menanti nih kkkkk
    Mian baru sempet berkunjung *bow*

    KrisYeon !!!!! Yeayyyyyy ^^
    Kasian sih liat jiyeon di perlakukan kyk gt sama eomma tiri nya dan suzy.. Aishhhh rasanya tuh nyerang balik org yg udh nyiksa jiyeon ><

    Kris LAFS sama jiyi?? Trus someone yg di akhir part siapa itu?? Minho kah??

    Lanjut lanjutttt. Eon suka ceritanyaa 😀

  7. kyaaaaaaaa
    baru pertama q dsini baca ff jiyi pair namja slain minho dengan Minho jadi cast namj k2#scara q kan MINJI shipper tulen gillllllla#Kkkk
    hwaaaaa galau sumpah ini…?otthokeo????KrisYeon/ MINJI!!!Minji donk…hehehe
    berhubung Kris namja baru q#PLakkk# q bkal ikutin ff nie. ampe ending…
    wlaupun bkal galaaaau karna da minho… 😥
    omo kris main kisseu jiyi!!!jiyi trma pernyataan suka kris gak ya????
    aigooo spa tuch yang liat Kris kiss jiyi???Minho???andweeee… 😦
    yaaaaaak c’daun suji BE*EB*AH…
    brni_ny kau menyiksa uri jiyi…
    sini tak ulek”kamu… :X

  8. Pingback: [TRIPLE-SHOOT Special] Cinderella Metroplitan (Final part : 3rd Part) | K-idol fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s