[TRIPPLE-SHOOT] Fate or Fake ? (Ending)

wpid-fof-copy.jpeg

Title : Fate or Fake ?

Author : iamlittlejiyeon

Genre : Romance , sad , complicated , friendship , school life.

Type : ONESHOOT

Main Cast :

Park Jiyeon
Kim Jongin
Lee Ahn Na (OC)
Oh Sehun
Park Soyeon (OC)

Poster by : lallakyuart.wordpress.com

OST :

Hyorin – You Driving Me Crazy
BoA – Disturbance

—–

Heyy readerss !
Ini lanjutannya kkk.
Berhubung aku kira 2shoot ga cukup karena ceritaku panjang , jadi aku buat 3 part wahaahaha maaf ya.
Semoga kalian suka ceritanya.
DON’T FORGET TO COMMENT

——

-PREVIOUS-

“Jigeumeun…” “See you…”

“Naneun…” “Korea…”

“Park Jiyeon-imnida !”

-SOYEON POV-

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam sekolah yang… uhmmm cukup besar.

Okay , so Park Soyeon you have to remember that now you are Park Jiyeon.

Ehh.. tapi tunggu.

Aku tidak tahu dimana ruang kelasku…

Ahhhh pabo Jiyeonnie ! Mengapa ia tidak memberi tahuku tentang itu ?!

“Jiyeon…?”

Aku membalikkan badanku.

Dan… seorang namja memanggilku.

“Apa kau benar – benar Jiyeon ?”

“Uhhhuh… Aku Park Jiyeon.”

“Jinjja….” ia berjalan mendekat pada saat itu aku melihat name tagnya.

‘김종인’

Ah… jadi ini yang namanya Kim Jongin.

Hmmm… Jiyeon-ah style-mu bagus juga.

“Waeyo , Jongin-ah ?”

“Karena kemarin kau tidak masuk sekarang kau berubah drastis menjadi seperti ini ?”

“Ahahaaha wae ? Kau tidak suka ?”

“ANNI !! ANNI !! Kau terlihat sangat baik seperti ini !!”

“Lalu ?”

“Anni… eumm ayo kita ke kelas bersama..” Jongin melihat ke arahku sambil terperangah.

“Kajja !”

“Jongin-ahh !!”

Seorang yeoja berteriak sangat nyaring memanggil namanya.

Aku yakin ini Ahn Na , yeoja yang Jiyeon ceritakan sangat amat menyebalkan.

“Jongin-ah– eoh , Jiyeon ?!”

“Wae ?” Aku melipat kedua tanganku di depan dada.

“Apa kau benar – benar Jiyeon..?” Ahn Na tidak percaya.

“Waeyo , Lee Ahn Na ? Merasa tersaingi kecantikanmu itu ?”

“Jiyeon-ah , mengapa kau berbicara seperti itu ?” Jongin menegurku.

“Kau tanya ‘mengapa’ ? Apa kau tahu yang sering menggagalkan acaraku denganmu , saat kita ingin pergi ke MyeongDeong yang mengangkat teleponku itu dia. Aku sudah terlanjur benci terhadapnya. Apa urusannya dia dengan perubahanku seperti ini ?”

Aku mengingat hal – hal yang diceritakan Jiyeon.

Jiyeon-ah aku akan membantumu. Kau berhutang banyak padakku ,nona.

“Tunggu.. Jadi kau berbohong padaku Ahn Na ? Apa jangan – jangan pesan dari Jiyeon saat kita sehabis pulang dari taman rekreasi… Kau yang menghapus pesannya ?”

“Aahh ! Jongin-ah , itu–”

“Jongin-ah , ayo kita ke kelas saja. Kau masih mau mendengar segala macam tipuannya ?” Aku merangkul lengan Jongin.

“Jangan dekati aku lagi Ahn Na.” Jongin membentak Ahn Na.

Jongin berjalan bersamaku.

Aku memperhatikan ke arah Jongin.

‘Mengapa kau tidak menyatakan perasaanmu kepada Jiyeon sejak lama ?’ Ucapku dalam hati.

Aku memasuki kelas baruku.

Dan… Aku berhasil menjadi pusat perhatian manusia – manusia di kelas ini.

“Jiyeon-ah ?” Suara seorang namja menganggetkanku.

“Eoh , Sehun-ah kau pasti juga kaget akan perubahan Jiyeon yang sangat drastis ini kan ?” Jongin menepuk pundak Sehun.

Ya… dia Sehun yang aku kenal 2 tahun lalu…

Oh Sehun , namja yang sangat aku cintai.

‘DEG’

“Hahaha , Sehun-ah jangan kaget seperti itu !” Aku memukul lengannya mengikuti kebiasaan Jiyeon berusaha menutupi identitasku di depan Sehun.

Sehun-ah, maaf aku belum mau identitasku diketahui oleh semua orang , sekalipun itu kau.

-Sehun POV-

Aku menunggu Jongin dan Jiyeon di kelas.

Dua sosok orang yang aku kenal menginjakkan kaki mereka di dalam kelas.

Ya itu Jongin dan… JIYEON ?!

Itu… Jiyeon ?!

“Jiyeon-ah ?” Aku memastikan itu Jiyeon atau… Seseorang yang aku sukai sejak lama.

Ia tersentak.

‘DEG’

“Eoh , Sehun-ah kau pasti juga kaget akan perubahan Jiyeon yang sangat drastis ini kan ?” Jongin menepuk pundakku

Aku memperhatikkannya.

San mata kami bertemu.

Dia…

“Hahaha , Sehun-ah jangan kaget seperti itu !” Ia memukul lenganku.

Ia itu Jiyeon atau…

Sepanjang pelajaran berlangsung semua murid namja di kelasku memperhatikan ‘Jiyeon’.

Termasuk aku. Hmm.. Dan Jongin.

Terpesona. Anni , sangat terpesona akan sosok ‘Jiyeon’ yang baru.

Namun aku belum yakin ia Jiyeon.

Aku merasa kalau ia adalah… Soyeon.

Ya… Park Soyeon.

Yeoja yang aku cintai. Yeoja yang juga merupakan kembaran Jiyeon.

Aku sudah kenal lama dengan Jiyeon begitu juga dengan kembarannya , Soyeon.

-Flashback ON-

Saat itu , aku masih duduk di bangku SMA 1.

Bersamaan dengan bertemunya Jiyeon dan Jongin.

Hari itu hari yang cerah , lebih tepatnya hari Sabtu yang cerah.

Aku berjalan berkeliling daerah Gangnam.

“HAHAHAHAA !!”

‘BRUKK’

“Mian ! Mian!”

Seorang yeoja menabrakku sehingga terjatuh.

“Mian !! Mian !!” Yeoja ini berkali – kali meminta maaf kepadaku.

Namun aku hanya dapat melihat ke arah rambut panjangnya yang indah.

Ia berdiri tegak sekarang.

‘DEG’

Mata kami berdua bertemu.

‘Neomu yeppeo…’ ucapku dalam hati.

Saat itu aku berpikir kalau itu Jiyeon , namun mengapa Jiyeon mempunyai rambut panjang ?

“SOYEON-AH !! GOTCHA ! Eoh ?! Sehun-ah..?”

‘DEG’

Jiyeon baru saja datang.

Aku memperhatikan Soyeon dan Jiyeon secara bergantian.

“Neo gwenchana…?” Tanya Soyeon malu – malu.

Hari itu , aku mengetahui semuanya.

Soyeon sangat disayangi oleh halmeoni Jiyeon.

Soyeon bersekolah di sekolah mahal yang khusus yeoja.

Sedangkann Jiyeon sangat dibenci oleh halmeoninya.

Setelah itu aku mulai sering berhubungan dengan Soyeon.

Namun setelah 3 bulan berhubungan dengannya , sesuatu terjadi.

Ia dituduh membunuh seseorang dan sebetulnya aku merupakan salah satu saksi mata dan termasuk salah satu korban dari pembunuhan ini.

Aku ingin sekali memberi tahu kepada polisi kalau bukan Soyeon yang melakukan hal keji ini namun aku tidak ada bukti.

Jelas – jelas aku melihat seorang yeoja memakai boot yang terdapat hak tinggi dibelakangnya , ada sebuah tanda goresan di sepatu boots hak itu.

Yeoja itu berpkaian serba hitam.

Yeoja ini juga memakai kaca mata hitam , masker , jaket dengan kupluk yang benar – benar menutup wajahnya , ia juga memakai sarung tangan hitam.

Ia memakai celana panjang hitam.

Hari itu aku sedang jalan berdua dengan Soyeon , tanpa kami sadari kami berjalan di sekitar daerah yang jarang di lewati oleh orang – orang. Daerah yang banyak terdapat bangunan – bangunan tua.

‘AAAA’

Suara seorang ahjumma berteriak.

Soyeon merangkul lenganku ketakutan.

Mataku menjelajahi seisi daerah ini dan berhasil menangkap pemandangan yang sangat – sangat keji.

Seorang ahjumma sedang dipukuli oleh sosok yeoja yang aku deskripsikan tadi.

Aku dan Soyeon berencana untuk membantu ahjumma itu.

Namun yeoja itu bergerak cepat memukul tengkukku dan tengkuk Soyeon dengan kayu besar.

Setelah itu aku tidak sadar.

Namun beberapa saat kemudian aku terbangun karena teriakkan seseorang.

Saat aku sadar tanganku sudah di ikat.

Begitu juga Soyeon yang berada di sampingku.

Ia menangis histeris.

‘DEG’

Yeoja psikopat ini memegang pisau besar yang sudah berlumuran darah segar.

Dan aku melihat ahjumma yang berteriak histeris tadi tengah terkujur lemah di tanah dengan beberapa bekas tusukan di perutnya.

Yeoja psikopat ini berjalan mendekat ke arah kami.

“HAJIMAA !!! PSIKOPAT !!”

Yeoja itu tetap berjalan ke arah kami.

Namun ternyata ia hanya mengarah ke Soyeon.

Ia melepaskan ikatan tangan Soyeon.

Soyeon sangat ketakutan saat itu.

“HAJIMA !!!” Aku berteriak sekuat tenagaku.

Takut sesuatu terjadi kepada Soyeon.

Ia menelpon ke polisi , ia tidak berbicara , yeoja ini diam dan mengelus wajah Soyeon dan membuat wajah Soyeon berlumuran darah.

“AAAAAAAAA!!!” Soyeon berteriak histeris.

Aku yakin pasti saat itu polisi langsung melacak nomor telepon yeoja ini.

Ia mencabut kartu teleponnya dan menaruh bapenda itu dikantung jaketnya.

Ia memenarik Soyeon untuk berjalan ke arah ahjumma yang mempninggal dengan tragis itu.

Soyeon berdiri di depan ahjumma itu , kemudian ia menarik tangan Soyeon dan menyuruh Soyeon memegang pisau itu.

Soyeon hanya menangis dalam diam.

Kemudian ia pergi meninggalkan temoat ini dengan cepat.

Soyeon tidak bergerak dari tempatnya , ia hanya menangis dalam diam , ia gemetar ketakutan.

Aku beusaha melepas ikatan tanganku.

Soyeon menangis makin kencang.

Aku berhasil melepas iktan di tanganku.

Kemudian aku menariknya supaya pergi dari tempat ini.

Wajahnya berlumuran darah.

“Soyeon-ah ! Gwenchana ?!”

Jawaban dari pertanyaanku hanyalah tangisan keras.

Aku menariknya memasuki sebuah gang kecil.

“Soyeon-ah , sekarang lumurindarah yang ada ditanganmu ke baju dan wajahku , aku akan pergi menghadap polisi , dan mengaku kalau aku yang membunuh ahjumma itu.. tapi , tunggu. Dimana pisau itu…?”

“Pisau itu terjatuh di depan ahjumma itu…” ucap Soyron sambil menunduk.

Ia ketakutan.

Kalau begini caranya , Soyeon bisa menjadi buronan polisi.

Kami tidak bisa pulang ke rumah.

Saat itu kami menetap di gang kecil itu hingga tengah malam.

Aku keluar membeli jaket dan air putih untuk membersihkan darah – darah ini.

Jaket untuk menutupi darah yang ada di baju Soyeon.

Setelah itu aku mengantarnya pulang ke rumah dan aku pulang kerumahku.

Keesokan harinya pembunuhan sadis terhadap ahjumma itu benar – benar menjadi topik pembicaraan panas di kalangan masyarakat.

Soyeon menjadi buronan namun tentu saja polisitidak mengetahui nama aslinya,

1 hari setelah berita itu disiarkan Soyeon pergi entah kemana.

-FLASHBACK OFF-

Semenjak saat itu… aku tidak lagi bertemu dengannya.

Aku sering menganggap Jiyeon itu Soyeon.

Namun kali ini… entah mengapa aku yakin Jiyeon yang sekarang bukanlah Jiyeon melainkan Soyeon.

‘KRING’

Bel pulang sekolah berhasil membuyarkan lamunanku.

Semua murid memberesknpan buku mereka kedalam tas dan bergegas pulang.

“Jiyeon-ah , maupulang bersama hari ini ?” “Jiyeon-ah , maupulang bersama hari ini ?”

Tawaranku sama dengan tawaran Jongin.

“Ugh… kalian berdua kenapa…?” Jiyeon menatap ke arah kami berdua dengan aneh.

“Aku ingin pulang bersamamu.” Ucap Jongin dengan lantang.

“Aku ingin pulang dan berbicara banyak denganmu !” Jawabku tidak mau kalah.

“Aku lebih ingin pulang bersama denganmu !”

“Aku lebih lebih !”

“Aku lebih lebih lebih lebih lebih !”

“Aku lebih lebih lebih lebih lebih lebih !”

“GEUMANHAEE !! Sudah , cukup. Aku pulang sendiri ! Okay ! Stop it guys. See ya !”

Aku terperangah melihat ‘Jiyeon’ yang akhirnya pulang sendiri.

“Sehun-ah , wae irae ? Aku kan sudah memberi tahumu kemarin saat Jiyeon tidak masuk , aku menyukainya !”

“Mian…” aku hanya pergi meninggalkan Jongin sendiri.

Mianhae , Jongin-ah.

Namun jika yeoja yang satu ini benar – benar Soyeon , aku tidak akan mengalah darimu.

-Soyeon POV-

Aku bergegas pulang karena sebentar lagi aku akan bertemu halmeoni.

“I’m Home !!”

“Eoh… Soyeon-ah. Kau sudah pulang. Ayo cepat bersiap – siap , kita akan pergi ke rumah halmeoni.”

“Nae , eomma~”

“Halmeoniiiii !!!”

Saat baru sampai di rumah halmeoni ,aku dengan segera masuk dan mencarinya.

“Oh… Soyeon-ah!”

Halmeoni keluar dari kamarnya dengan kursi roda.

Aku segera memeluknya.

“Halmeoni , bogoshippda…”

“Nae nae..” halmeoni mengelus punggungku.

“Eomma” tiba – tiba eomma-ku ikut nemeluk halmeoni juga.

“Minkyung-ah… anakmu sudah bertumbuh besar m menjadi yeoja yang sangat cantik.”

“Gumawo , eomma.”

—-

“Jadi , sekarang Jiyeon sudah di Amerika kan ?”

“Nae , halmeoni..” jawabku.

“Bagus , bagus.”

“Halmeoni , jebal jangan terus membenci Jiyeon , ia orang yang baik.” Aku membujuk halmeoni.

“Soyeon-ah , ia anak yang sangat nakal. Seharusnya yang dituduh membunuh orang itu dia bukan kau. Anak tidak berguna seperti itu.”

“Eomma , bisakah eomma tidak terus – terusan menjelek -jelekkan Jiyeon ? Jiyeon juga anakku. Ia sudah cukup menderita , tinggal disana sendirian–” eomma ku memohon jepada halmeoni.

“Soyeon juga begitu ! Ia tinggal sendirian di Amerika dengan perasaan depresi ! Ia juga sendiri disana !”

“Halmeoni… Jiyeon itu kembaranku , ia sama saja denganku. Selama ini ia menanggung beban ; halmeoni yang sangat benci terhadapnya , banyak murid perempuan tidak mau berteman dengannya , orang yang ia sukai hampir direbut oleh orang lain. Jiyeon tidak pernah bisa pergi kemana – mana , ke luar negeri , karena halmeoni membencinya. Sekarang ia tinggal sendiri disana , tanpa siapapun. Ia tidak mengenal kehidupan disana , sedangkan aku pernah tinggal disana saat aku berusia 13 tahun. Aku mengerti kehidupan disana. Apa halmeoni tidak pernah merasa kasihan terhadapnya ?”

“Soyeon-ah , kau mencontoh Jiyeon ? Kau berani melawan halmeoni ?!”

“Anni, halmeoni… aku sayanng terhadap Jiyeon , kembaranku. Dia orang yang baik–”

“Lebih baik kalian pulang.”

“Eomma..”

“Pulang sekarang juga !”

“Kajja , eomma !” Aku menarik tangan eomma ku keluar.

Apa salahnya Jiyeon selama ini ?! Ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri ! Ia tidak ingin menjadi munafik ! Ia hanya ingin mengekspresikan dirinya ! Apa itu salah ?!

Aku mengingat kembali kebaikan Jiyeon terhadapku dulu.

-FLASHBACK ON-

Saat itu aku pulang setelah kejadian keji itu.

Sehun mengantarku pulang.

Saat aku memasuki rumah , Jiyron sedang duduk di sofa ruang tamu.

“Soyeon-ah ?! Aku mengkhawatirkanmu ! Aku menunggumu !”

“…”

Aku hanya diam.

“Soyeon-ah gwenchana ? Mengapa bajumu berlumuran darah seperti ini ?!”

“Jiyeon-ah…” aku tak kuasa menahan tangisku.

Jiyeon memelukku.

“Tenangkan dirimu..”

Jiyeon membawaku ke kamar kami berdua.

Ia mengambil handukku dan sebaskom air.

“Katanya kau feminin , sekarang kau terlihat sangat jorok !” Ia mengejekku.

Aku hanya tersenyum kecil.

Ia membersihkan darah yang ada di beberapa bagian tubuhku.

Setelah itu ia duduk disampingku.

“Okay , now. Tell me what’s wrong with you.”

Awalnya aku hanya diam namun akhirnya aku bercerita.

“Jiyeon-ah… aku dituduh membunuh orang…”

“MWO ?!”

Jiyeon sangat kaget saat itu.

Namun aku menjelaskan kepadanya bahwa bukan aku yang membunuh.

“Sekarang polisi sedang mencarimu ? Kau ganti bajumu dan aku akan memakai bajumu yang berlumuran darah ini.”

“Untuk apa ?!”

“Aku akan menyerahkan diriku kepada polisi. Kau bisa kembali bersekolah. Lagipula , halmeoni akan senang jika aku sudah tidak ada lagi…”

“Andwae , Jiyeon-ah. Jangan berkata seperti itu. Aku tidak ingin melibatkanmu.”

“Kau harus melibatkanku ! Aku ini kau ! Dan kau adalah aku ! Kita ini kembar Soyeon-ah ? Gieog annayo ?”

“Tapi caranya bukan seperti ini…”

“Eomma ,appa , dan halmeoni pasti tidak heran kalau mendengar aku melakukan hal keji ini. Tapi kau ?! Kau akan di cap buruk sama sepertiku Soyeon-ah !”

“Tidak , aku tidak akan membuatmu terlibat. Jiyeon-ah , kau adalah saudara kembarku yang sangat baik. Aku tidak akan membiarkanmu dituduh bersalah atas apa yang tidak kau lakukan.”

“Hey , kau juga tidak bersalah !”

“Lebih baik kita berbicara kepada eomma dan appa. Kau yang bangunkan mereka, nae ?”

“Arrasseo.”

-FLASHBACK OFF-

Jiyeon-ah , apa sekarang kau baik – baik saja disana ?

-Jiyeon POV-

“Thank you.”

Yeah , here I am , in America.

Aku memasuki rumah yang lumayan besar , rumah yang ditinggali oleh Soyeon selama disini.

Tentu saja ini rumah pemberian halmeoni.

“Miss , do you want to have a cup of tea ?”

“Sure.”

Pelayan di rumah ini sangat ramah.

Aku harus belajar hidup disini.

Dan… aku rasa aku harus berubah menjadi feminin sekarang.

—-

-Author POV-

Soyeon sedang pergi bersama dengan Sehun.

Sehun mengajaknya bertemu di sebuah restoran.

Kini mereka duduk berhadapan.

“Waeyo , Sehun-ah ? Apa yang ingin kau bicarakan ?”

“Kau itu Soyeon… geuchi ?”

‘DEG’

Soyeon tersentak.

“Mw-Mwoya ?! Aku bukan Soyeon !”

“Soyeon-ah , kau tidak mengingatku ?” Sehun mulai menggenggam tangan Soyeon yang berada di atas meja.

Soyeon menarik tangannya dari genggaman tangan Sehun.

“Museun mal-iya ?! Aku Jiyeon !”

“Baiklah kalau kau tidak mau mengaku , tapi aku hanya khawatir terhadapmu , asal kau tau Soyeon-ah. Kasus pembunuhan yang melibatkanmu dulu dibuka kembali. Polisi kembali mencarimu.”

Sekali lagi Soyeon tersentak.

“Mengapa kau tak ingin mengaku kalau kau itu Soyeon kepadaku ? Kau tidak percaya kepadaku ?”

“…”

“Soyeon-ah , aku berjanji akan melindungimu…”

“Bagaimana bisa ? Bagaimana caranya ?!”

“Aku–”

“Sehun-ah , jangan beritahu siapapun kalau aku ini Soyeon. Saat ini hanya kau yang tahu… Itu satu – satunya cara kau melindungiku.”

“Eum..” Sehun hanya menganggukan kepalanya dan melihat ke arah Soyeon dalam – dalam.

-MONDAY-

Pagi ini Sehun menjemput Soyeon untuk berangkat ke sekolah bersama.

Mereka berdua terlihat sangat serasi.

Soyeon merangkul lengan Sehun.

Saat baru sampai di sekolah Soyeon dan Sehun menjadi pusat perhatian murid – murid di sekolah itu.

Termasuk Jongin.

Saat Sehun dan Soyeon memasuki kelas Jongin menatap ke arrah Sehun dengan tajam.

“Good morning , Jongin-ah !!” Soyeon kembali berpura – pura menjadi Jiyeon.

“Eum.. nae..” Jongin mengacak – acak rambut Soyeon dengan penuh kasih sayang.

Tentu hal itu membuat Sehun kesal , namun ia menahan dirinya,

‘Sehun-ah… Sehun-ah… Anggap Soyeon adalah Jiyeon sekarang. Jangan cemburu…”

Soyeon duduk di samping Jongin dengan semangat sedangkan Sehun duduk di tempatnya.

Sehun memperhatikan ke arah Soyeon dan Jongin yang sedang berbicara dengan mesra.

Ia juga melihat Ahn Na yang kelihatannya sangat cemburu melihat ‘Jiyeon’ dan Jongin sedang berbicara.

Hari – hari berikutnya berjalan sama namun mulai penuh ketegangan antar Sehun dan Jongin.

Tanpa terasa sudah 2 bulan Soyeon menggantikan posisi Jiyeon.

Sehun yang selalu ingin bersama Soyeon dan Jongin yang ingin selalu bersama sosok yeoja yang ia anggap Jiyeon.

Di sisi lain Jiyeon menikmati hidupnya di Amerika.

Jiyeon menjadi yeoja yang feminin dan terbilang cukup pintar di sekolahnya.

Ia bertekad untuk menunjukkan kepada halmeoni nya bahwa ia bisa membanggakan nama keluarga.

“Jiyeon , do you want to spend your time in library again ?” Salah satu teman Jiyeon menghampirinya saat jam pelajaran terakhir selesai.

“Uh , yes.”

“Oh my God , come on Jiyeon !! You need refreshing too ! Come with us , we’re gonna shopping today !” Temannya yang lain membujuknya.

“Yeah , pleaseeeeee”

Teman – temannya memohon kepadanya.

“Okay, you guys win today !” Jiyeon merapikan buku – bukunya dan ikut pergi bersama teman – temannya.

Jiyeon berpikir tinggal di Amerika bukan ide yang buruk.

Ia sudah berubah 180′ dari Jiyeon yang dulu.

Ia memiliki banyak teman perempuan yang sangat amat baik terhadapnya.

—-

Soyeon mengingat kalau besok adalah hari ulang tahunnya dan Jiyeon.

Ia memberi tahu orang tuanya untuk merayakan ulang tahun mereka berdua.

Kini Soyeon berdiri di depan kelas.

“Teman – teman , besok adalah hari ulang tahunku !” Soyeon melihat ke arah Sehun dan tersenyum kecil.

“… Jadi aku harap kalian datang ke pesta ulang tahunku , tentu saja aku mengadakan acara ini di rumah ! Gumawoyo !”

Soyeon kembali duduk di tempat duduknya.

“Aku pasti akan datang dan… aku ingin memberitahumu sesuatu…” Jongin menggenggam tangan Soyeon.

‘DEG’

Soyeon sudah bisa menebak apa yang akan Jongin beritahukan.

Ia melihat ke arah Sehun.

Sorot matanya seperti mengatakan ‘Sehun-ah , eotteokhae ?!?!!’

Sehun hanya membalas menatap Soyeon.

Saat pulang sekolah Soyeon menelpon Jiyeon.

Saat itu Jiyeon sedang tidur.

“Umh…”

“Jiyeonnie ?” Soyeon menerka – nerka.

“Mwo…”

“Ah… aku ingin memeri tahumu sesuatu bahwa.. aku rasa, Jongin akan menyatakan perasaanya kepadaku..”

“Eumh… NAE ?!! Tunggu ! Ia masih mengira kalau kau adalah aku kan ?!”

“Nae , geunde , besok adalah hari ulang tahun kita berdua kan ? Lalu , tadi ia berkata kepadaku kalau ia akan memberi tahuku sesuatu sambil memegang tanganku. Eotteokhae ?!”

“Ahhh jinjja… Tapi , kau tidak menyukai Jongin-kan ?”

“Ish mwoya ! Tentu saja tidak ! Aku menyukai seseorang !”

“Aigoo… pasti itu Sehun !”

Jawaban Jiyeon tepat sekali dengan namja yang ada di pikiran Soyeon.

“Ssst ! Berisik ! Sekarang pikirkan dulu apa yang harus aku lakukan !” Pipi Soyeon memerah.

“Ahh geuchi. Kalau kau menerima Jongin artinya kau yang berpacaran dengannya bukan aku , kau juga membohongi perasaanya. Kalau kau menolak pasti ia akan mengira kalau aku tidak menyukainya juga…”

“Euh.. sebetulnya aku ada ide namun aku rasa ini ide gila..”

“Mwo ?! Mwo ?! Ppali malhae !”

“Kau… harus… kembali ke Korea.”

“Mwooo ?! Micheosseo ?! Geunde , itu ide yang baik juga hihi.”

“Ishh ,kau akan membeli tiket sendiri atau aku yang akan belikan ?”

“Eumm… aku ingin beli saja lewat laptopku.”

“Arrasseo. Tapi , kau harus membeli tiket yang keberangkatannya hari ini juga !”

“Yes , miss. Aku akan membeli tiket yang keberangkatannya siang (Di Amerika)”

“Tengah malam di Korea mungkin kau sudah sampai , aku akan menjemputmu ! See you !”

“Eoh..”

Soyeon memutuskan sambungan teleponnya dengan Jiyeon.

Ia mengirim pesan kepada Jongin juga Sehun.

Soyeon bertekad untuk memberi tahu Jongin kalau ia bukan Jiyeon yang asli.

Soyeon , Sehun , dan Jongin sudah berada di sebuah restoran.

“Waeyo , Jiyeon-ah ?” Tanya Jongin.

“….” Soyeon diam.

“Kau yakin ?” Sehun sudah tahu kalau Soyeon akan membongkar semuanya.

“Nae… eumm.. Jongin-ah , janji kau tidak akan marah.”

“Iya aku janji” Jongin tersenyum ke arah Soyeon.

“Soljikhi… naneun Jiyeonnie anieyo..”

“Mw…mwo ? Jiyeon-ah kau jangan bercanda !”

“Ini alasan mengapa aku sering dekat dengannya. Bukan maksudku untuk merebut Jiyeon , geunde ia adalah Soyeon kembaran Jiyeon.” Sehun angkat bicara.

“Kau sudah berjanji tidak akan marah kan ? Aku akan menjelaskan semuannya.”

Jongin berusaha tenang dan mendengar penjelasan Soyeon.

Ia kaget sekali sekaligus senang mengetahui kalau Jiyeon akan pulang besok.

“Soyeon-ssi , jika besok Jiyeon datang , kau akan terus dirumah ? Tidak akan keluar kamar ?”

“Nae , nan gwenchana. Sehun akan menemaniku mungkin. Leih baik kau mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengungkapkan perasaanmu pada Jiyeon besok. Arrasseo ?!”

“Eum , gumawoyo Soyeon-ssi. Sehun-ah , mianhae.”

“Untuk apa ?” Sehun bingung.

“Karena pernah merebut yeojamu. Naega gganda !”

Jongin pergi secepatnya dari tempat itu membiarkan Soyeon dan Sehun berdua.

“Yaaa !” Sehun ingin ikut pergi namun nantinya Soyeon akan sendirian.

“Ah… Kim Jongin , akan ku balas kau nanti.”

Pipi Sehun memerah.

“…” “…”

Tidak ada yang berani berbicara.

“Eummm.. kau mau pesan sesuatu…?” Soyeon bertanya kepada Sehun.

“Boleh , terserah kau.”

“Arrasseo.” Soyeon membuka buku menu dan memesan beberapa makanan unuk ia makan berdua dengan Sehun.

Setelah Soyeon selesai memesan makanan keadaan kembali hening.

Sehun terus memperhatikan Soyeon dan Soyeon yang salah tingkah.

“Soyeon-ah… maukah kau… menjadi–”

“Nae , aku mau !”

“YA ! aku belum selesai berbicara !”

“Karena aku sudah tau apa yang akan kau katakan !”

“Apa ?” Sehun ingin tahu apa yang ada di pikiran Soyeon.

“Kau pasti ingin memintaku menjadi yeojachingumu ! Benar kan ?”

Lagi – lagi pipi Sehun memerah.

“100 !” Sehun membenarkan perkataan Soyeon tadi.

“Nae , aku mau!” Ucap Soyeon sambil tersenyum.

—–

-THE NEXT DAY-

Hari ini adalah hari ulang tahunJiyeon , ia sudah sampai di Korea pukul 11 malam kemarin.

Eomma dan Appa nya menyambut hangat kedatangan Jiyeon.

“Jiyeon-ah , kau benar – benar sudah menjadi feminin.” Ucap Soyeon.

“Yah… aku berpikir kalau aku menjadi tomboy nanti halmeoni akan terus membenciku.”

“That’s true !”

“Mwoya, hahaha. Eumm.. by the way , are you already tell everything to Jongin ?”

“Nae , aku bersykur ia bisa mengerti posisi kita berdua.”

“He will always understand..”

“Aigoo , kau terlalu memujinya.”

“Ya ! Itu kenyataan !”

“Tidak usah mengelak ! Lebih baik sekarang kau mandi , dan nanti kita berdua akan pergi ke salon !”

“Nae~ Geundae , Soyeon-ah. Berarti kau harus meneap dikamar atau di dalam rumah jika aku merayakan pesta diluar ?”

“Uhm.”

“What a pity ! Aku berharap kau bisa keluar danmerayakan ulang tahun kita berdua bersamaku…”

“Ishh , tenang saja ! Ada seseorang yang akan menemaniku dan membuat hari ulang tahunku makin special !”

“Mwoya.. aigoo , uri Soyeonnie sudah punya namjachingu~ Pasti itu Sehun !”

“Sst ! Cepat mandi !” Pipi Soyeon merona.

“Arrasseo ! Hahaha”

—–

Jiyeon dan Soyeon sudah selesai di dandani untuk pesta ulang tahhun mereka malam nanti.

Jiyeon sangat cantik dengan balutan dress sweetheart neck berwarna biru , sedangkan Soyeon dengan balutan dress sweetheart neck berwarna merah.

“Soyeon-ah… neo jinjja neomu yeppeo !” Jiyeon memuji Soyeon.

“Neodo !”

“Hmm.. kau mau bertemu dengan Sehun dulu tidak ? Aku ingin bertemu dengan Jongin.” Ucap Jiyeon sambil memakaikan jaketnya pada Soyeon agar polisi tidak mengetahui kembarannya ini.

“Anni , kau bertemu dengan Jongin saja , aku mau pulang.”

“Eumm– kalau begitu aku antar kau pulang ya !” Jiyeon menggandeng tangan kembarannya ini.

“Kajja !”

-Jiyeon POV-

Sudah 2 bulan aku tidak bertemu Jongin.

Aku berencana untuk menemuinya sekarang.

Setelah mengantar Soyeon pulang , aku pergi ke rumahnya.

Aku harap Ahn Na tidak ada disana lagi.

“Apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengannya…?” Tanyaku kepada diriku sendiri seraya menyetir mobil.

Aku mengemudikan mobilnya menuju rumah Jongin.

Sesampainya aku di depan rumah Jongin, aku mengirim pesan kepada Jongin dan keluar dari mobil.

Aku memakai blazzer hitamku dan turun dari mobil.

[PLAY OST : Hyorin – You Driving Me Crazy]

Sengaja aku membelakangi pagar rumahnya.

‘CREEK’

Pintu pagar sudah dibuka !!

Pasti itu Jongin.

“Ji.. Jiyeon ?”

Bingo !

Aku memutar badanku perlahan.

“Hey…” aku menyapanya.

“Kau benar – benar Jiyeon ?”

“Bukan ! Tentu saja aku Jiyeon !” Aku terkekeh

“…”

Ia hanya melihatku dari atas hingga bawah.

Lalu kemudian ia berjalan cepat ke arahku.

‘GYUT’

Jongin memelukku.

“Bogoshippda…”

Aku terdiam beberaa saat tidak membalas pelukanya juga.

“Nado…” akhirnya aku membalas pelukannya.

—-

Aku berbincang – bincang dengan Jongin di dalam rumahnya.

Ia bercerita kalau Soyeon juga membentak Ahn Na dan membongkar semua perlakuan buruk Ahn Na kepadaku.

“Eumm… Jongin-ah , sebetulnya… saat kita makan berdua di kedai ramen..”

“Ya ? Lalu ?”

“Saat aku mabuk… sebetulnya aku tidak mabuk…”

“Mwo ?! Jinjja ?!”

“Hahahahaha ! Nae , aku mendengar semuanya.” Aku menatap matanya intens.

“Jadi…?”

“What ?” Tanyaku bingung.

“Apa tanggapanmu tentang perasaanku…”

“Nanti malam akanku jawab !” Aku tertawa kecil.

“Aku tidak sabar , aigoo.”

“Hahahaha , eum.. kalau begitu , aku pulang.”

“Eoh ?! Jangan !”

“Eh ? Wae ?”

“Umm , aku ganti baju dulu , ini sudah sore , sebentar lagi menjelang malam. Jadi.. maksudku.. kita berangkat bersama.. eottae ?” Tawar Jongin malu – malu.

“Ah.. maksudmu itu. Geurae , akan ku tunggu.”

“Jinjja ?! Wait for me , Ms. Park !!”

“Kkkkk , nae. Mr. Kim”

Jongin keluar dari kamarnya dan….

‘DEG’

Demi apapun aku terpukau oleh sosok namja ini.

Jongin memakai jas yang membuatnya terlihat… ahhh sangat sulit untukku jelaskan.

Sekarang aku yang melihatnya dari atas hingga bawah.

Aku tercengang.

“Kajja..” ia menggandeng tanganku.

“Eoh , nae.”

Ia mengambil kunci mobilku dan mengemudikan mobilku.

Entah mengapa aku jadi merasa nervous seperti ini.

Di dalam mobil kami berdua diam-tidak berbicara.

Aku melihat ke arah luar jendela sedangkan Jongin fokus menyetir.

Namun tiba – tiba tangan kiriku terasa hangat.

Sontak aku melihat ke arah tangan kiriku.

Dan aku mendapati tangan Jongin tengah menggenggam tanganku.

“Tidak apa – apakan ?” Tanyanya tetap fokus menyetir mobilku.

“Eoh ? Eumh.. gwenchana…”aku rasa pipiku terlihat sangat amat merah sekarang.

Hari ulang tahunku dimulai.

Jongin terus berada disisiku , selayknya sepasang kekasih.

Yah.. memang sebentar lagi.

Maksudku , aku akan menerimanya sebagai namjachinguku.

Teman – teman dekatku , teman sekelasku ,dan teman Appaku datang.

Taman belakang rumahku benar – benar riuh dan dihias sangat mewah oleh kedua orangtuaku.

Sedangkan Soyeon sendiri di dalam rumah.

“Jiyeon-ah !”

“Sehun-ah !” Aku memeluk sahabatku yang satu ini.

“Neomu yeppo !”

“Aigoo , gumawoyo kkk”

“Ya , jangan dekati yeojachinguku ! ”

“Eoh ., kalian sudah berpacaran ?”

“Ishh , anni !” Aku mengelak.

“Tapi sebentar lagi kan~” Jongin menggodaku.

“Mwoya ! Oh ya , Sehun-ah , Soyeon ada di ruang tamu. Masklah. Ia bahkan terlihat lebih cantik dariku!” Ucapku setengah berbisik.

“Ia sendiri ?”

“Nae. Ppali ,” aku mendorong Sehun supaa cepat menemui Soyeon.

“Ahh , bilang saja kau ingin berdua dengan Jongin !”

“YA ! Isshh..”

“Gwenchana.. memang benarkan kau ingin berdua denganku , hahahaha”

“…” aku hanya diam.

“Aku juga ingin berdua denganmu.” Jongin menggenggam tanganku.

Dan alhasil , aku jadi salah tingkah.

“Jiyeon-ssi !”

Suara yeoja yang aku kenal.

Ahn Na.

“Saengil chukkae !” Ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman denganku.

Awalnya aku bingung mengapa ia jadi baik begini.

Namun ,akhirnya aku menjabat tangannya.

“Semoga kau dan Jongin bahagia.”

“Gumawo , bisa kau tinggalkan kami sendiri ?”

Jongin melepas abatan tanganku dengannya dan memintanya untuk meninggalkan aku dan Jongin.

“Eoh… arrasseo. Aku juga tidak akan berlama -lama disini” Ahn Na akhirnya pergi meninggalkan kami.

—–

-Author POV-

Sehun dan Soyeon tengah berada di dalam rumah keluarga Park , lebih tepatnya mereka berada di ruang tamu.

“Saengil chukkae , Soyeon-ah !”

“Gumawoyo , nae namjachingu !!”

Soyeon memeluk Sehun.

“Maaf aku tidak bisa memberimu hadiah.”

“Gwenchana !! Kehadiranmu di pesta ulang tahunku sudah merupakan hadiah bagiku.”

“Geunde , kau benar – benar tidak bosan disini ? Harusnya kau menikmati pesta ulang tahunmu.”

“What should I do ? Seperti katamu , aku menjad buronan dan polisi membuka kembali kasus keji dulu…” Soyeon menunduk.

“Uljimma… Kalau begitu ayo keluar.”

“Mwo ?! Michesseo ?”

“Setidaknya kau bisa melihat keadaan diluar seperti apa , Soyeon-ah…”

Sehun melihat keluar jendela , ia sembunyi – sembunyi dan melihat Jiyeon sedang berbicara kepada para tamu di samping Jongin.

Para tamu mendengarkan Jiyeon berbicara dan sesekali bertepuk tangan.

Sehun tidak sengaja melihat ke arah kaki para tamu dan matanya menangkap sebuah sepatu boots wanita yang ia kenal.

Sama persis seperti pada hari kejadian keji itu.

Pada sepatu boots berhak itu terdapat goresan.

Sehun perlahan melihat ke arah pemilik sepatu boots itu.

“AHN NA ?!”

Sehun kaget.

“Waeyo , Sehun-ah ?!”

Sehun hanya diam.

“Pembunuh sebenarnya…”

Soyeon ikut terdiam…

“Museun mal-iya..?”

“Ahn Na…”

‘DEG’

Soyeon ikut kaget.

[PLAY OST : Seo In Guk – No Matter What]

“Kita menemukkan orang itu…”

‘TES’

Soyeon menangis.

Akhirnya ia mengetahui siapa yang melakukan hal keji itu.

“Jadi… Aku bisa bebas kan..?”

“Eum..” Sehun memeluk Soyeon.

—-

“eumm.. jadi pertama – tama , kue ulang tahun ini aku berikan kepada Eomma.”

Riuh tepuk tangan memenuhi pesta ulang tahun yang megah ini.

Jiyeon menyuapi eomma nya dengan kue ulang tahunnya.

“Dan , yang kedua untuk Appa.”

‘PROK..PROK..’

Kembali riuh tepuk tangan menghiasi keadaan di taman belakang rumah mewah milik keluarga Park.

“Potongan kue yang ketiga untuk… Kim Jongin. Namjachinguku.”

Tepuk tangan dan beberapa teman sekelas menyoraki Jiyeon dan Jongin.

“Jawabanmu membuatku senang.” ucap Jongin sambil tersenyum.

Jiyeon menyuapi kue ulang tahunnya kepada Jongin.

Acara sudah selesai.

Sehun terus memantau Ahn Na , ia ingin mengikutinya.

“Soyeon-ah , aku pulang , aku ingin mengintai Ahn Na.”

“Eumm , hati – hati.”

Sehun keluar dari rumah keluarga Park.

Ia menghampiri Ahn Na.

“Ahn Na-ssi , mau ku antar pulang ?”

“Eoh ?! Sehun-ssi… Tumben kau mau berbicara denganku.”

“Anni , aku lihat kau datang sendiri , jadi aku tidak tega.”

“Eumm.. bukan ide yang buruk. Ini , kunci mobilku.”

“Kau punya mobil . Bukannya appamu mengusirmu dari rumah ?” Ucap Sehun seraya berjalan di samping Ahn Na.

“Mobil ini punya ibuku , ibuku sudah meninggal jadi aku mengambil mobil itu.”

“Ah…”

—–

Sehun mengantar Ahn Na pulang.

“Eumm… Kau mau mampir sebentar ?”

“Boleh.”

‘GOTCHA’ Sehun bersyukur dalam hatinya.

Di dalam rumah Ahn Na , Sehun , berbincang – bincang cukup lama.

Ia melihat foto ahjumma yang telah Ahn Na bunuh dulu.

“Geu ahjumma nuguisseo ?”

“Nae eomma” ucap Ahn Na dari dapur.

“Ah..”

“Kau pasti kenal orang itu siapa…”

“Na– Nae ? A..Anni..”

“Kau berada di tempat kejadian itu.. bersama Jiyeon.” Ahn Na membalikkan badannya dan di tangannya tengah terdapat sebuah pisau besar yang Sehun tau persis pernah gunakan saat membunuh ibunya.

“Mwo… Itu bukan Jiyeon!”

Sehun terlonjak kaget dan bangkit berdiri , ia ingin cepat – cepat pergi dari tempat itu.

“Kau akan menjadi orang ketiga yang kubunuh dengan pisau ini. Setelah Ibu dan ayahku..” Ahn Na perlahan jalan mendekat.

“MWO ?! Ja-jadi… kau berbohong dulu pada Kai ?”

“Apa urusanmu… Aku hanya ingin mendapatkan Kai ! Setelah kau , aku akan membunuh sahabatmu itu , Park Jiyeon.”

“Neo micheosseo ?!!!!” Sehun mundur dengan cepat , ia mencapai kenop pintu keluar dari rumah yeoja terkutuk itu.

“Aigoo , ayolah , aku hanya ingin bermain denganmu juga dengan pisau ini.”

“Kau gila !”

Sehun berhasil keluar dari rumah itu.

Ahn Na mengejarnya.

Sehun memanjat pagar rumah Ahn Na namun sayangnya kakinya tertusuk pisau itu.

“ARGH !” Sehun terjatuh ke daerah luar rumah Ahn Na.

Dengan susah payah ia berlari menjauh.

Ia berlari menuju kantor polisi terdekat.

Sehun menjelaskan kronologis kejadian pembunuhan yang melibatkan Soyeon dan dirinya.

Ia bersedia menjadi saksi.

Ahn Na kini menjadi buronan.

-Jiyeon POV-

Kami sudah lulus SMA.

Ya , kami sudah lulus SMA dan menginjak dunia pendidikan yang lebih tinggi.

Siapa ‘kami’ ? Aku , Jongin , Soyeon , dan Sehun !

Ya , awal yang sangat kelam namun akhir yang sangat ceria.

Ahn Na entah berada dimana sekarang.

Ia telah menjadi buronan semenjak 2 tahun lalu , seusai hari ulang tahunku.

Ahn Na tidak ditemukan di rumahnya.

Rumahnya kosong dan… semua bajunya masih tertinggal di dalam rumah itu.

Dan yang lebih mengejutkan lagi , saat polisi memeriksa rumah yeoja psikopat itu , terdapat bangkai mayat ayahnya tersimpan di gudang rumahnya.

Jika aku bertemu dengannya aku harus segera pergi menuju kantor polisi.

Lupakan tentang Ahn Na !

Kini Jongin merupakan tunanganku , begitu juga denagn Sehun yang menjadi tunangan Soyeon.

Kami menikmati hidup seperti ini.

Dan aku berterima kasih kepada Tuhan , karena Soyeon bisa bebas melakukan segala hal yang ia mau.

Halmeoni tidak lagi membenciku.

Kalian tau kan apa alasannya ?

Aku sudah menjadi seorang yeoja feminin.

Sangat feminin.

Jongin sangat suka dengan penampilan baruku ini.

Kini aku sedang berlibur di Jeju Island bersama dengan Jongin , Sehun , dan Soyeon.

“Chagi, kajja !”

“Eoh ! Kajja ! Soyeon-ah , aku dan Jongin akan pergi ke minimarket di dekat tempat penginapan kita. Ingin menitip sesuatu ?”

“Anni , aku hanya ingin menitip Jongin kepadamu ! Hati – hati !”

“Aishh ! Arrasseo!!”

“Kami akan pulang larut malam mungkin.” Jongin merangkulku dan memberi tatapan yang sulit dijelaskan.

“MWOYA IGE ?!!!”

-THE END-

maaf ya baru update lagi 😦

maaf juga kal ga puas nih sam ff nya wakakaka

semoga suka ya ! DON’T FORGET TO COMMENT !!!

Advertisements

21 Comments

  1. haha baru tau ni FF udh dipost hehe..
    gile ahna sadis bner py kelainan mental tu cew smpe tega bunuh ortunya pake crta boong ke jongin untuk cari simpati pula, terus alasannya ahna itu demi apa ya jd pembunuh .. alurnya sih kecepetan bgt ,whatever meski endingnya MWOYA IGE Lol gantung bgt apa yg dimaksud jongin plg malem cb haha dasar jongin haha.. soyeon-jiyeon sama2 baik bgt&slg care sama kembarannya masing2 wow… mana dapet cow nya jg gtg2&baik2 kyk sehun&jongin pula haha…
    섀햬복 촉하합니다
    Selamat Tahun Baru Saeng \\(^.^)//

  2. Ahhh ternyata pelaku nya Ahn Na,, psyco ya dy
    sehun hampir aja jadi korban selanjutnya, untung masih selamat..
    Endingnya MWOYA IGE? Tatapan jongin penuh tanya nih xixixiiii
    Tp untunglah semua nya happy, walaupun ahn na nya masih buron

    HAPPY B’DAY SAENG & HAPPY NEW YEAR

  3. tuh kan kurasa walaupun jiyeon dulu punya karakter tomboi dan soyeon itu feminim bgt.. tapi kyk ketara gitu hati jiyeon lebih lembut dibanding soyeon yg lbh berani. igh dasar neneknya,, dia ngebedain cucunya gegara pgn cucu”nya feminim semua, sbnrnya sefeminim dan seanggun apa sih dulu dia. heemehh nenek -,-
    inti cerita ini pokoknya berawal dr si ahn na yg pny kelainan mental dan jiwa aka psycopat. tp kenapa jg dia gak ketangkep langsung aja.
    mnrtku alurnya kecepetan, kalo idenya ini dibikin beberapa chapter lagi pasti bakalan lbh perfect feelnya hehe
    sutralah,, yg penting main cast happy ending semua.
    fighting!! happy new year and still always waiting your fanfict 🙂

  4. dari part 2 aku nebak” kalo pembunuh sebenernya ahn na bukan soyeon eeeehh taunya tebakanku bener 😀 eheheh
    gila tuh si ahn na-__- untung jongin ga suka sama si ahn na kkkkk keren thor ff nya!!!!!!

  5. uh ternyata yg bunuh ahjuma itu ahn na,bkn ahjuma ya tapi omma,tega vgt sich apalagi dia jga ngebunuh ayahnya.sadis bgt.
    aku fikir sehun skanya ama jiyeon ternyata ama soyeon.akhirnya happy end.

  6. Oh My God… 😮 ahnna benar” psikopat #gile bner dah o_O
    ah~ ternyata sehun cintanya buat kembaran jiyeon a.k.a soyeon pantes gx tertarik ma jiyi.
    Chukhae Park Twins & couple na atas pertunangan kalian 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s